Kompas TV internasional kompas dunia

Beton Ternyata Penyumbang Emisi Karbondioksida Terbesar ke-3 di Dunia Setelah China dan AS

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:44 WIB
beton-ternyata-penyumbang-emisi-karbondioksida-terbesar-ke-3-di-dunia-setelah-china-dan-as
Pengerjaan proyek infrastruktur menggunakan beton. Jika beton adalah sebuah negara, itu akan menjadi penghasil gas rumah kaca terbesar ketiga di Bumi, hanya di belakang China dan Amerika Serikat.(Sumber: KONTAN/Fransiskus Simbolon)

PARIS, KOMPAS.TV - Jika beton adalah sebuah negara, itu akan menjadi penghasil gas rumah kaca terbesar ketiga di Bumi, hanya di belakang China dan Amerika Serikat.

Bagaimana caranya bahan ini, yang penting untuk perumahan, konstruksi, dan infrastruktur global, dapat dibuat tidak terlalu merusak bumi tempat kita tinggal ini?

Seberapa buruk beton?

Semen adalah bahan yang paling banyak digunakan di Bumi, dikonsumsi untuk membuat beton dengan kecepatan sekitar 150 ton setiap detik.

Menurut Asosiasi Semen dan Beton Global (GCCA), sekitar 14 miliar meter kubik beton dicetak setiap tahun.

Produksi semen sendiri menyumbang sebanyak tujuh persen dari emisi CO2 global, tiga kali lipat emisi yang dihasilkan oleh penerbangan. Itu baru produksinya saja. 

"Itu lebih dari semua emisi dari Uni Eropa atau India, tepat di belakang China dan AS," kata Valerie Masson-Delmotte, kontributor utama Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB, mengatakan kepada AFP seperti dilansir France24.

Dengan tingkat urbanisasi yang terus meningkat di Afrika dan Asia, dampak bagi bumi dari bahan bangunan dasar ini kemungkinan besar akan terus meningkat.

Baca Juga: Kepala Bappenas: Pembangunan Infrastruktur Tidak Boleh Buat Masyarakat Kehilangan Mata Pencaharian

Proyek infrastruktur. Jika beton adalah sebuah negara, itu akan menjadi penghasil gas rumah kaca terbesar ketiga di Bumi, hanya di belakang China dan Amerika Serikat. (Sumber: Kompas.tv)

Bagaimana semen mengeluarkan CO2?

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Kompas TV/France24



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:03
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19