Kompas TV nasional peristiwa

Perkara Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece Dilimpahkan ke Kejagung

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:44 WIB
perkara-irjen-napoleon-aniaya-muhammad-kece-dilimpahkan-ke-kejagung
Irjen Pol Napoleon Bonaparte, tersangka kasus penganiayaan Muhammad Kece. (Sumber: KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menyatakan telah melimpahkan berkas perkara dugaan penganiayaan Muhammad Kece alias Kace oleh Irjen Napoleon Bonaparte ke Kejaksaaan Agung.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi menyebut, pihaknya melimpahkan berkas perkara penganiayaan itu pada Rabu (13/10/2021) lalu.

"Sudah tahap pertama pada hari Rabu minggu lalu," ujar Andi pada Senin (18/10/2021), dikutip dari Antara.

Saat menganiaya Muhammad Kece, Napoleon Bonaparte diduga mendapat bantuan dari empat tahanan Rutan Bareskrim Polri.

Baca Juga: Irjen Napoleon Bonaparte Kembali Berulah Ancam Tommy Sumardi, Kabareskrim Polri Bereaksi Keras

Empat orang yang diduga sebagai kaki tangan Napoleon tersebut adalah DH (tahanan kasus uang palsu), DW (narapidana kasus ITE), H alias C alias RT (narapidana kasus penipuan dan penggelapan), dan HP (narapidana kasus perlindungan konsumen).

Andi menambahkan, pelimpahan berkas perkara lima tersangka penganiayaan Muhammad Kece ini setelah pemeriksaan para pelaku selesai minggu lalu.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengetahui bahwa penganiayaan Muhammad Kece terjadi pada Kamis, 26 Agustus 2021 di Rutan Bareskrim Polri. 

Irjen Napoleon Bonaparte bersama empat tersangka lainnya diduga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Kece di selnya.

Selain memukul, kelima tersangka juga melumuri wajah dan badan Kece dengan kotoran manusia.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV/Antara



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:07
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19