Kompas TV nasional hukum

Eks Penyidik KPK Minta Suap untuk Uang Persalinan Istri hingga Biaya Pengembalian Aset Koruptor

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:18 WIB
eks-penyidik-kpk-minta-suap-untuk-uang-persalinan-istri-hingga-biaya-pengembalian-aset-koruptor
Terdakwa suap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kanan) dan tersangka Maskur Husain (kiri) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/8/2021). (Sumber: Kompastv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah saksi hadir memberikan keterangan atas eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain, terdakwa kasus suap penerima Rp11,5 miliar dari pengurusan lima perkara korupsi.

Salah satu saksi adalah bekas Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Rita mengaku Robin meminta bayaran Rp10 miliar untuk mengembalikan aset miliknya.

Perlu diketahui, Rita adalah tervonis dalam kasus penerimaan gratifikasi terkait perizinan proyek di Pemkab Kukar dan tersangka dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Ia saat ini menjalani vonis 10 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan sejak 2018 karena terbukti menerima uang gratifikasi Rp110.720.440.000.

Baca Juga: Bos PT Tenjo Jaya Diancam Mantan Penyidik KPK Stepanus Robin, Jika Tak Beri Uang akan Jadi Tersangka

"Saya sampaikan bahwa saya tidak punya uang tunai tapi saya punya aset 2 rumah dan 1 apartemen kalau bapak perkenan silakan aset saya dipergunakan," ujar Rita di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/10/2021), dikutip dari Antara.

Maskur yang membantu Robin berjanji dapat mengembalikan aset Rita dalam waktu 1-2 bulan dan mengurus permohonan peninjauan kembali atas kasusnya.

Dalam kasus suap ini, Rita terhubung dengan Robin dan Maskur lewat mantan wakil ketua DPR Azis Syamsuddin.

Di sisi lain, Stepanus Robin juga meminta uang kepada Rita untuk berbagai keperluan pribadi dengan dalih “kemanusiaan”.

"Untuk Pak Robin tidak bayar 'lawyer fee' tapi uang kemanusiaan karena beliau pernah mengabari ibu dan bapaknya sakit Covid-19. Lalu saya transfer uang, ada saudaranya meninggal. Lalu ada lagi untuk uang perjalanan. Kemudian isterinya ada melahirkan totalnya Rp60,5 juta," tutur Rita.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Antara



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:34
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19