Kompas TV bisnis kebijakan

Mantan Menkeu Usul Pemerintah Beri Bansos Rp1,5 Juta per Keluarga, Anggarannya Tersedia

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:28 WIB
mantan-menkeu-usul-pemerintah-beri-bansos-rp1-5-juta-per-keluarga-anggarannya-tersedia
Ekonom senior dan mantan menteri keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara pada Senin (5/1/2018). (Sumber: KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ekonom Senior Chatib Basri meminta pemerintah menambah besaran dan memperluas penerima bantuan sosial (bansos). Chatib menilai, kebijakan perlindungan sosial ini akan membantu pemulihan ekonomi Indonesia saat pandemi Covid-19.

Ia pun mengusulkan agar pemerintah memberikan bansos pada 60 persen penduduk Indonesia atau sekitar 160 juta orang.

“Saya mengusulkan untuk diperluas kepada 60 persen penduduk Indonesia atau 160 juta penduduk,” kata Chatib Basri dalam Webinar Bincang APBN 2022 di Jakarta, Senin (18/10/2021), dikutip dari ANTARA.

Lalu, mantan menteri ekonomi ini juga menyarankan besaran bansos itu bertambah dari kisaran Rp300 ribu-Rp700 ribu menjadi Rp1 juta-Rp1,5 juta untuk 40 juta keluarga paling miskin.

Baca Juga: Atasi Kemiskinan Ekstrem, Wapres Sebut 5 Kabupaten di Jateng Dapat Tambahan Bansos

Ia menghitung, bila besaran bansos itu disalurkan pada 40 juta keluarga miskin, pemerintah hanya membutuhkan anggaran sebesar Rp40 triliun dalam satu bulan.

Menurut Chatib Basri, pemerintah memiliki anggaran untuk pemberian bansos sebesar itu untuk tiga sampai enam bulan yang akan membutuhkan dana Rp120 triliun sampai Rp240 triliun.

“Menurut saya alokasinya ada,” ujar Chatib Basri.

Pemberian bansos ini perlu, kata Chatib, mengingat masih banyak masyarakat miskin yang terdampak kebijakan PPKM.

Selain itu, Chatib meminta pemerintah juga memberikan dukungan pada UMKM. Hal ini karena pelaku UMKM sangat bergantung pada naik dan turunnya situasi perekonomian.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV/Antara



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:08
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19