Kompas TV nasional politik

Hasil Survei Litbang Kompas: Kepercayaan Publik Menurun, Ini Pembelaan Pemerintah

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB
hasil-survei-litbang-kompas-kepercayaan-publik-menurun-ini-pembelaan-pemerintah

 

Presiden Jokowi saat peresmian Bendungan Bendo di Dusun Bendo, Selasa (7/9/2021). (Sumber: Tangkapan layar YouTube Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS TV - Lembaga survei Litbang Kompas melakukan penelitian kinerja politik, hukum, dan keamanan pemerintah pada Oktober 2021. Hasilnya, tren kepercayaan publik terhadap kerja pemerintah kian menurun.

Kepercayaan publik terhadap kinerja politik dan keamanan pemerintah turun dari 77 persen pada April menjadi 69,9 persen Oktober 2021. 

Baca Juga: Litbang Kompas Sebut 34,3 Persen Respoden Khawatir Polisi Virtual Ancam Kebebasan Berekspresi

Meski begitu, nilai itu masih lebih tinggi ketimbang kepercayaan publik pada kinerja politik dan keamanan pemerintah pada Januari 2021 yang sebesar 67,2 persen.

Penurunan kepercayaan publik kali ini menjadi alarm atau peringatan penting bagi pemerintah agar memperbaiki kinerjanya.

Dilansir dari Kompas.id, Senin (18/10/2021), kepuasaan publik terhadap kinerja penegakan hukum juga turun, bahkan terendah sepanjang Agustus 2020-Oktober 2021. 

Sementara pada Agustus 2020, kategori itu nilainya masih 62,5 persen dan naik pada Januari 2021 menjadi 63,4 persen.

Pada April 2021, kepuasan publik di bidang hukum 65,6 persen dan Oktober 2021 turun menjadi 59,4 persen.

Terkait hal tersebut, Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Politik, Hukum, Keamanan, dan HAM Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, pihaknya akan terus meningkatnya kinerja dengan cara memperkuat komunikasi kepada publik atas capaian positif pemerintah.

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:16
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19