Kompas TV olahraga kompas sport

Kritik Pedas Taufik Hidayat Soal Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Mantan Pebulutangkis, Taufik Hidayat mengkritik pedas karena keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020 tidak disertai dengan pengibaran bendera merah putih.

Hal ini sebagai buntut dari sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang menyatakan Indonesia tak patuh dalam menerapkan program uji doping.

Taufik Hidayat mengkritik LADI, Menpora, KONI dan KOI.

"Selamat piala Thomas Cup kembali ke INDONESIA, terima kasih atas kerja kerasnya team Bulutangkis Indonesia. Tapi ada yang aneh, bendera Merah Putih gak ada? Diganti dengan bendera PBSI," tulis Taufik Hidayat dalam akun @taufikhidayatofficial, Minggu (17/10/2021).

Baca Juga: Kronologi RI Kena Sanksi WADA dan Pembelaan Menpora soal Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas

Dalam unggahan sama, Taufik bertanya, "ada apa dengan LADI dan pemerintah kita? Khususnya Menpora Koni dan Koi? Kerjamu selama ini ngapain aja? Bikin malu negara indonesia aja.." tulisnya.

Atas hukuman dari WADA untuk Indonesia tersebut, Taufik merasa pesiis soal nasib olahraga Tanah Air. 

"Jangan ngarep jadi Tuan rumah olympic or piala dunia….urusan kecil aja gak bisa beres," kata dia.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara KOMPAS.TV, Taufik mengatakan harusnya hukuman tersebut mestinya tak terjadi jika pemerintah institusinya serius.

"Ini kan seharusnya tidak perlu terjadi. LADI (Lembaga Anti-Doping Indonesia) itu kan sudah lama, walau ada konflik atau apa pun itu kan ada Plt dan pejabat yang lain," kata Taufik Hidayat dalam Breaking News KOMPASTV, Minggu (17/10/2021) malam.

Video Editor: Lisa Nurjannah

Penulis : Sadryna Evanalia

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Wagub Jabar Tinjau Banjir Garut

Senin, 29 November 2021 | 22:54 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
23:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19