Kompas TV nasional wawancara

Kasus Dodi Reza Alex Noerdin, Benarkah Politik Dinasti Rawan Korupsi?

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap sejumlah pejabat di lingkungan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Salah satu yang tertangkap tangan adalah Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin. 

Setelah menjalani pemeriksaan, KPK menetapkan Dodi Reza Alex Noerdin, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap proyek infrastruktur. Turut menjadi tersangka, Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin, Kabid SDA Dinas PUPR Musi Banyuasin, serta seorang pihak swasta.

Sebelumnya, KPK menangkap Dodi Reza Alex Noerdin di Jakarta serta mengamankan uang Rp 270 juta. KPK juga menyita uang Rp 1,5 miliar dari tangan ajudan Bupati Musi Banyuasin.

Dodi Reza Alex Noerdin merupakan Bupati Musi Banyuasin periode 2017 hingga 2022. Sebelum menjadi bupati, Dodi pernah menjadi anggota DPR RI Fraksi Golkar selama dua periode yakni pada 2009 hingga 2014 dan 2014 hingga 2016. Dia juga merupakan anak dari mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin.

Sebelumnya Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin ditetapkaan sebagai tersangka di dua kasus dugaan korupsi berbeda dalam rentang waktu satu pekan.

Dua kasus itu diusut oleh Kejaksaan Agung. Di antaranya dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Pemprov Sumsel periode 2010-2019 dan korupsi Masjid Sriwijaya.

Ditangkapnya Bupati Musi Banyuasin Dodi Alex Noerdin menambah panjang deretan kasus korupsi yang terjadi dalam lingkup politik dinasti.

Sebelumnya sejumlah kepala daerah terjerat kasus korupsi yang melibatkan keluarga intinya. Terutama mereka yang sama-sama memegang jabatan publik. Benarkah politik dinasti rawan korupsi?

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:14
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19