Kompas TV regional sosial

Demi Bertahan Hidup, Eks Pelatih PSIS Semarang Berjualan Bakso

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:50 WIB

KOMPAS.TV - Bagi para pencinta sepak bola tentu tidak asing dengan nama Sartono Anwar. Sartono adalah salah satu legenda pelatih  sepak bola Indonesia yang mengantarkan PSIS menjadi juara perserikatan pada tahun 1987. Kini di hari tuanya, Sartono Anwar menggantungkan hidupnya dengan berjualan bakso.

Siapa sangka Mantan Pelatih PSIS yang dulu berhasil membawa kejayaan, kini hidupnya kurang beruntung.

Sartono Anwar di masa tuanya kini harus menghidupi keluarganya dengan berjualan bakso di kawasan Stadion Diponegoro, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Kota Semarang. Selain dikenal sebagai pelatih di sejumlah klub besar, bapak tujuh anak ini sebelumnya pernah bekerja di Pertamina.

Namun karena panggilan hidup, ia rela melepaskan kehidupan mapan bekerja di Pertamina dan memilih untuk tetap mengeluti olahraga sepak bola. 

Baca Juga: Jelang Laga Lanjutan Liga 1, PSIS Semarang Jatuhkan Hukuman kepada Finky Pasamba

Di tahun 1987, Sartono Anwar berhasil membawa PSIS menjadi juara perserikatan untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Persebaya.

Selain membesut PSIS, Sartono juga tercatat pernah melatih Assyabaab Salim Group, Petrokimia Putra, Arseto Solo, Persibo Bojonegoro, hingga Persisam Samarinda.

Namun di masa tua yang seharusnya menikmati hasil jerih payahnya, Sartono harus menggantungkan hidupnya dengan berjualan bakso dengan dibantu anak dan istri.

Selain berjualan bakso, Sartono Anwar sebenarnya juga memiliki sekolah privat sepak bola yang dinamai Sekolah Sepak Bola Tugu Muda untuk putra dan Sekolah Sepak Bola Bintar Bersinar untuk putri.

Namun selama pandemi, sekolah sepak bola itu tidak jalan, sehingga tidak ada pendapatan.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Harga Sembako di Majalengka Naik

Kamis, 2 Desember 2021 | 20:19 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:28
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19