Kompas TV nasional kesehatan

RI Dihantui Gelombang Ketiga Covid-19, Pakar Ungkap Pemicu yang Harus Diwaspadai

Senin, 18 Oktober 2021 | 03:05 WIB
ri-dihantui-gelombang-ketiga-covid-19-pakar-ungkap-pemicu-yang-harus-diwaspadai
Indonesia dihantui gelombang ketiga Covid-19, Pakar ungkap pemicu yang patut diwaspadai. (Sumber: Kompas.tv/Ant/Andreas Fitri Atmoko)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Guru Besar Fakultas Kedokteran UI dan Mantan Direktur WHO Asia Pasifik, Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan potensi gelombang ketiga Covid-19 yang akan melanda Indonesia pada akhir tahun ini. 

Tjandra menyebut terdapat tiga faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya lonjakan kasus Covid-19 tersebut.

Pertama, kata dia, kecenderungan peningkatan mobilitas masyarakat  selama libur Natal dan Tahun Baru. 

"Kemungkinan gelombang ketiga ada, antara lain karena adanya mobilitas masyarakat saat libur Natal dan tahun baru," kata Tjandra dalam program Sapa Indonesia Malam di KOMPAS.TV, Minggu (17/10/2021).

Faktor kedua, saat ini sudah terlihat tanda-tanda pergerakan penduduk di tengah pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kemudian saya lihat saat ini mobilitas sudah mulai meningkat, kalau kita lihat di jalan, sudah ramai sekali," ujarnya.

Ketiga, yakni terkait vaksin Covid-19. Di mana masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menerima vaksin dosis lengkap.

"Baru 29 koma sekian persen yang baru dikasih dosis lengkap, ini artinya masih ada 70 persen penduduk Indonesia belum menerima vaksin dua kali," jelas Tjandra.

Baca Juga: Benarkah Pemerintah Siap Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19? Ini Jawaban Kemenkes

"Jadi menurut saya gabungan tiga faktor ini potensi gelombang ketiga mungkin saja terjadi, meskipun saya tidak mengharapkan itu," tegasnya. 

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:07
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19