Kompas TV olahraga kompas sport

Soal Hukuman WADA, Taufik Hidayat: Pemerintah Olahraga Ini Kerjanya Tidur?

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB
soal-hukuman-wada-taufik-hidayat-pemerintah-olahraga-ini-kerjanya-tidur
Taufik Hidayat saat masih aktif sebagai atlet bulu tangkis. (Sumber: KOMPAS.COM)

Penulis : Gilang Romadhan | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia tidak dapat mengibarkan bendera Merah Putih di ajang olahraga internasional, karena hukuman dari Lembaga Anti Doping Dunia (WADA) kepada LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia). 

"Untuk Lembaga Anti-Doping Korea Utara dan Indonesia, ketidakpatuhan adalah hasil dari ketidaksesusaian dalam implementasi tes yang efektif," tulis pernyataan dari situs resmi WADA.

Hal ini bakal langsung berimbas kepada kontingen Indonesia yang bertanding di kejuaraan bulu tangkis beregu, Piala Thomas 2020.

Saat ini, Minggu malam (17/10/2021) sedang bertanding di babak final melawan China dan kemungkinan besar tidak dapat mengibarkan bendera Merah Putih saat penyerahan medali. 

Eks pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat mengritik Pemerintah Indonesia tentang masalah ini. 

Baca Juga: Waduh, Indonesia Tak Boleh Kibarkan Merah Putih di Final Piala Thomas 2020, Ada Apa?

"Kalau mereka [Pemerintah] sampai lupa report untuk ini, mereka ini kerjanya apa, tidur atau apa Pemerintah olahraga ini," ungkap Taufik Hidayat dalam acara Sapa Indonesia Malam di KOMPAS TV. 

"Jangan sampai masalah ini merugikan atlet hingga penyelenggara kompetisi. Selama ini, kalau sudah sampai di ujung baru mereka akan balas surat dan sebagainya," imbuh Taufik. 

Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali beralasan bahwa kegiatan olahraga semuanya terhenti saat pandemi virus Corona melanda pada tahun 2020. 

Sementara itu, laboratorium milik LADI belum memenuhi standar yang ditentukan oleh WADA. 

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:29
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19