Kompas TV nasional hukum

KPK: Dodi Reza Diduga Bakal Terima Fee Rp2,6 M dari Pemenang Proyek Dinas PUPR Pemkab Muba

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 20:59 WIB
kpk-dodi-reza-diduga-bakal-terima-fee-rp2-6-m-dari-pemenang-proyek-dinas-pupr-pemkab-muba
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memberikan keterangan pers tekait penetapan 10 anggota DPRD Muara Enim sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR dan Pengesahan APBD di Kabupaten Muara Enim tahun 2019. (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin resmi ditetapkan sebagai tersangka KPK terkait dugaan suap proyek infrastruktur di Dinas PUPR Pemkab Muba. 

Anak Alex Noerdin ini menerima suap sebesar Rp1,77 miliar dari proyek Dinas PUPR Pemkab Muba tahun anggaran 2021.

Uang itu didapat saat Dodi Reza dicokok dalam operasi tangkap tangan KPK, Sabtu (16/10/2021).

Namun uang yang disita tersebut baru sebagian. Dodi Reza diduga bakal menerima Rp2,6 miliar dari komitmen fee pemenang proyek infrastruktur di Dinas PUPR Pemkab Muba.

Baca Juga: Kronologi Penangkapan Tersangka Dodi Reza Alex Noerdin Terkait Korupsi Infrastuktur

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan uang Rp1,77 miliar merupakan bagian dari komitmen fee PT Selaras Simpati Nusantara yang memenangkan empat proyek pada Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Pemkab Muba tahun anggaran 2021. 

Menurut Alexander, Dodi Reza sengaja memerintahkan kepala Dinas PUPR Pemkab Muba untuk merekayasa lelang dan calon rekanan yang menjadi pelaksana pekerjaan.

Atas perintah tersebut, empat proyek Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Pemkab Muba digarap oleh PT Selaras Simpati Nusantara.

Sebagai realisasi PT Selaras Simpati Nusantara memenangkan lelang Direktur perusahaan tersebut memberikan komitmen fee sebesar 10 persen dari nilai kontrak masing-masing proyek yang akan dikerjakan.

Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Jadi Tersangka Suap Proyek Infrastruktur

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Ambon Masuk PPKM Level I

Selasa, 30 November 2021 | 19:45 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
19:58
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19