Kompas TV nasional hukum

KPK: Keterangan Lili Pintauli Rekomendasikan "Pemain Kasus" di KPK Bukan Fakta Hukum

Jumat, 15 Oktober 2021 | 19:40 WIB
kpk-keterangan-lili-pintauli-rekomendasikan-pemain-kasus-di-kpk-bukan-fakta-hukum
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar memberikan klarifikasi terkait isu komunikasi tersangka Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dengan dirinya, Jumat (30/4/2021). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai pernyataan M Syahrial di persidangan yang menyebut Pimpinan Lili Pintauli Siregar merekomendasikan pemain kasus di KPK belum bisa menjadi fakta hukum.

Sebab, dari keterangan antara satu saksi dengan saksi lainnya belum ada kesesuaian soal keterangan tersebut.

Sebelumnya dalam persidangan Stepanus Robin Pattuju, bekas Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sempat mengatakan Lili Pintauli merekomendasikan nama Arief Aceh untuk perkaranya.

Kemudian, M Syahrial mengkonfirmasi kepada Robin dan dijawab bahwa Arief Aceh, merupakan pemain kasus di KPK.

“Adapun kemudian dari fakta-fakta persidangan yang ada sejauh ini, dan kemudian beberapa pihak dari saksi ini kan, belum menemukan kesesuaian antara keterangan satu saksi dengan saksi yang lain,” ujar Deputi Penindakan KPK Karyoto, Jumat (15/10/2021).

“Nah tentu untuk menindaklanjuti sebuah fakta persidangan itu harus ada juga fakta hukum,”

Baca Juga: KPK Tantang Novel Baswedan Buktikan Ucapannya soal ‘Orang Dalam’ Azis Syamsuddin

Dalam sebuah perkara, lanjut Karyoto, fakta persidangan bisa saja diungkap dan disampaikan oleh saksi. Tetapi ketika itu dikonfirmasi ke saksi lain tidak menemukan kesesuaian maka tidak terbentuk fakta hukum.

“Fakta sidang bisa disampaikan, konfirmasi dengan pihak lain tidak ketemu, jadi tidak terbentuk fakta hukum. Kalau kemudian hanya sekedar fakta sidang tentu tidak bisa ditindaklanjuti,” tegas Karyoto.

“Tapi kalau kemudian sudah menjadi fakta hukum pasti jaksa KPK akan menuangkannya dalam Analisa yuridis.”

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:17
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19