Kompas TV nasional peristiwa

Buntut Mahasiswa Dibanting, Kapolresta Tangerang Teken Pernyataan Siap Mundur

Jumat, 15 Oktober 2021 | 19:39 WIB
buntut-mahasiswa-dibanting-kapolresta-tangerang-teken-pernyataan-siap-mundur
Kapolresta Tangerang menyatakan akan menindak tegas anggotanya jika terbukti melakukan kekerasan dalam menghadapi pengunjuk rasa. (Sumber: Ist/Polresta Tangerang)

TANGERANG, KOMPAS.TV - Aliansi Mahasiswa Tangerang mendatangi Mapolresta Tangerang pada Jumat (15/10/2021) meminta pertanggungjawaban atas aksi polisi membanting mahasiswa dalam demonstrasi saat HUT Kabupaten Tangerang, Banten. 

Seperti diketahui, MFA (21) korban kekerasan personel Polresta Tangerang mesti menjalani rawat inap di RS Ciputra akibat badannya dibanting menghantam trotoar.

Sebelum dibanting, MFA dan kawan-kawannya menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain, penindakan industri pencemar lingkungan, protes relawan Covid-19 hingga perbaikan jalan rusak di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Oknum Polisi Banting Mahasiswa Hingga Kejang-kejang saat Demo, Ini Sikap Polisi!

“Khususnya pada Kapolresta Tangerang agar dicopot karena dia telah lalai. Dan kepada Brigadir NP, kalau bisa disanksi tegas. Tidak cuma dicopot jabatannya dari kepolisian, tetapi harus menyesuaikan dengan hukum yang ada, yaitu dipenjara karena melakukan kekerasan,” kata seorang mahasiswa bernama Mufhi Al Fajri di Mapolresta, Jumat.

Mahasiswa mendesak polisi mengabulkan tuntutan itu dengan membuat surat pernyataan dengan materai Rp 10.000.

Sementara, Kapolres Kota Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro beralasan, pihaknya hanya melaksanakan tugas atasan.

“Saya pejabat publik. Pejabat adalah amanah. Kami mempunyai atasan dan kami melaksanakan tugas berdasarkan perintah dari pimpinan,” kata Kombes Wahyu.

Setelah didesak mahasiswa, Wahyu akhirnya menandatangani surat pernyataan kepada mahasiswa. Ia menjamin tindakan represif aparat tidak akan terulang lagi.

“Saya sudah membuat surat pernyataan bahwa jika anggota saya mengulangi perbuatannya lagi melakukan tindakan yang sifatnya represif atau kekerasan eksesif, saya siap mengundurkan diri,” ujar Kombes Wahyu.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:43
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19