Kompas TV klik360 sinau

Waspada Zat Berbahaya di Obat dan Kosmetik, Ini Cara Cek Produk yang Aman di BPOM

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:32 WIB

KOMPAS.TV - Baru-baru ini BPOM menemukan puluhan produk obat tradisional, suplemen, dan kosmetik mengandung bahan kimia berbahaya.

Bahan Kimia Obat (BKO) dalam sejumlah produk tersebut ditemukan dari hasil sampling dan pengujian yang dilakukan selama periode Juli 2020 hingga September 2021.

Beberapa di antarannya yakni Efedrin dan Pseudoefedrin dalam obat tradisional. Kedua bahan tersebut secara alami terkandung di tanaman Ephedra sinica atau Ma Huang.

Bahan tersebut berisiko menimbulkan masalah kesehatan seperti pusing, sakit kepala, mual, gugup, tremor, hilang nafsu makan, iritasi lambung, reaksi alergi (ruam, gatal), kesulitan bernapas, sesak di dada, pembengkakan (mulut, bibir dan wajah), hingga kesulitan buang air besar.

Sementara itu, kandungan bahan berbahaya juga ditemukan BPOM dalam beberapa produk kosmetik seperti hand gel atau moisturizer, yaitu hidrokuinon serta pewarna merah K3 dan K10.

Kandungan dari bahan yang ditemukan tersebut dapat menyebabkan hiperpigmentasi, iritasi, hingga berisiko menyebabkan kanker.

Namun, masyarakat tetap bisa melakukan pengecekan untuk produk obat dan kosmetik yang aman, dengan melakukan cek “KLIK”, yaitu pada kemasan, label, izin edar, serta masa kedaluwarsa produk.

Obat dan kosmetik yang tidak berbahaya akan terdaftar dalam BPOM. Untuk memastikan produk yang digunakan aman, dapat juga dicek melalui situs Cek BPOM di alamat cekbpom.pom.go.id.

Di laman tersebut, pilih kategori pencarian produk berdasarkan kolom yang tersedia seperti nama produk, merek, atau nomor registrasi.

Kemudian, ketik kata kunci berdasarkan kategori pencarian produk, lalu klik tombol “Cari”.

Dari pencarian tersebut, maka daftar produk dengan nama atau spesifikasi sesuai yang dicari atau yang berkaitan akan ditampilkan di layar.

Baca Juga: Dinilai Menyesatkan, BPOM Tak Izinkan Produk Obat Tradisional Klaim Sembuhkan Covid-19

(*)

Grafis: Arief Rahman

Penulis : Gempita Surya

Sumber : diolah dari berbagai sumber



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:48
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19