Kompas TV internasional kompas dunia

5 Warga Ini Berani Tuntut Ganti Rugi ke Kim Jong-Un Atas Janji 'Surga di Bumi'

Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Dalam sidang di pengadilan Tokyo, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un diminta membayar ganti rugi.

Ganti rugi yang dimaksud atas skema tahun 1959-1984 yang membuat lebih dari 90.000 orang Korea berpindah dari Jepang ke Korea Utara.

Dilansir dari APTN, Gugatan ini diajukan oleh lima orang yang tergiur oleh skema itu tetapi puluhan tahun kemudian berhasil membelot dari Korea Utara.

Mereka menuntut ganti rugi masing-masing sebesar 100 juta yen atau sekitar Rp12,4 miliar.

Semula lima orang yang mengatakan mereka dijanjikan "surga di Bumi" di Korea Utara.

Baca Juga: Kim Jong Un Tonton Unjuk Kekuatan Tentara Korea Utara

Namun bukan janji yang didapat, mereka mengalami pelanggaran hak asasi manusia.

Kelima orang tersebut diwakili salah seorang penggugat bernama Eiko Kawasaki mengatakan kepada pengadilan Jepang bahwa mereka ditipu dan diculik ke negara itu.

“Saya pergi ke Korea Utara pada usia 17 tahun. Gadis itu selamat tanpa satu orang pun yang bisa diandalkan di sana dan kembali ke Jepang hidup-hidup. Saya pikir ini adalah hal yang sangat penting dan sangat bersyukur kami telah sampai sejauh ini.”ucap Eiko dikutip dari APTN.

APTN menuliskan sebelumnya pada tahun 1959, Korea Utara memulai program pemukiman kembali besar-besaran untuk membawa pulang orang Korea di luar negeri dan mengganti pekerja yang tewas dalam Perang Korea.

Program ini terus mencari rekrutan, banyak dari mereka berasal dari Korea Selatan, hingga 1984.

Korea Utara telah menjanjikan perawatan kesehatan gratis, pendidikan, pekerjaan dan tunjangan lainnya, tetapi tidak ada yang tersedia dan mereka yang kembali sebagian besar ditugaskan pekerjaan manual di tambang, hutan atau pertanian.

Video Editor: Jihan

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:35
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19