Kompas TV nasional sapa indonesia

Mabes Polri Akan Buka Penyelidikan Baru Usut Kasus Kekerasan Seksual 3 Anak Kandung di Luwu Timur

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sampai saat ini, misteri kasus dugaan pencabulan terhadap 3 anak kandung di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, belum juga terungkap.

Belum diketahui secara jelas tItik terang kasus itu, setelah polisi mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 karena tidak cukup bukti.

Dan Kamis 14 Oktober 2021 kemarin, Mabes Polri menegaskan akan membuka penyelidikan baru untuk mengusut kasus yang sempat menghebohkan publik itu.

Penyidik Mabes Polri akan mendalami hasil visum mandiri ibu korban yang menyatakan adanya perbedaan hasil dari visum sebelumnya.

Sementara LBH Makassar meminta Mabes Polri mengambil alih kasus ini untuk memastikan agar proses hukum dalam kasus ini tidak terjadi kesalahan prosedur.

Untuk menindaklanjuti perkara ini, LBH Makassar mengacu pada ketentuan Peraturan Kapolri nomor 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana.

Sebelumnya, tim pencari fakta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, turun ke Luwu Timur, Sulawesi Selatan, untuk mencari fakta kasus dugaan pencabulan 3 orang anak yang diduga dilakukan ayahnya sendiri.

Tim pencari fakta, yang terdiri dari 4 orang, mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait kasus pemerkosaan ini.

Tim pencari fakta juga meminta polisi melindungi korban dan ibunya.

Dengan adanya supervisi hasil visum oleh tim penyidik Mabes Polri, tentu diharapkan adanya kejelasan dalam kasus dugaan pencabulan 3 anak kandung.

Sehigga penyelesaian kasus itu menjadi terang benderang.

Penyelidikanpun diharapkan tetap pada perspektif korban. 

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:55
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19