Kompas TV nasional budaya

Unik nan Autentik, Berikut Cara Masyarakat Jawa Memberi Nama Anak

Jumat, 15 Oktober 2021 | 05:35 WIB
unik-nan-autentik-berikut-cara-masyarakat-jawa-memberi-nama-anak
Ilustrasi bayi dari orangtua yang merupakan keturunan Jawa. (Sumber: Instagram.com/abimanyu_manggala)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Memberi nama anak merupakan salah satu hal sakral dalam hidup bagi sebagian orang, termasuk masyarakat dari suku Jawa.

Masyarakat Jawa percaya dengan istilah, Asma kang Kinarya Japa yang artinya nama sebagai sebuah ungkapan doa dan harapan.

Maka dari itu, dalam tradisi masyarakat Jawa kuno, ada beberapa cara yang biasa digunakan untuk memberi nama anaknya.

Dengan melansir informasi dari berbagai sumber, berikut KOMPAS TV jelaskan cara memberi nama ala masyarakat Jawa.

Baca Juga: Berisi Doa Asmaul Husna, Ini 5 Ide Nama Anak Islami untuk Bayi Perempuan

1. Menurut waktu lahir

Waktu yang dimaksud masyarakat Jawa sebagai panduan untuk memberi nama adalah waktu siang-malam, nama hari, nama dina pasaran, nama bulan, dan tak jarang pula nama tahun.

Meski terlihat begitu sederhana, bagi orang Jawa, pemberian nama anak yang demikian diharapkan dapat memudahkan mereka untuk mengingat waktu kelahiran sang buah hati.

Contoh nama-nama dalam budaya Jawa yang populer dan menjadi cerminan dari waktu tertentu antara lain, Ratri (malam), Rina (siang), Enjang (pagi), Anggara (Selasa), dan Respati (Kamis).

Selain itu, ada pula nama Wage yang berarti hari pasaran wage, Suro yang artinya bulan Suro (Muharam), Gumbreg yang merupakan nama wuku dalam kalender Jawa, dan Alip yaitu nama lain dari siklus delapan tahun atau windu.

2. Sesuai urutan lahir

Masyarakat Jawa nyatanya juga gemar memberi nama anaknya dengan penyebutan angka dalam bahasa daerahnya sendiri.

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:38
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19