Kompas TV nasional peristiwa

Eko Rusdianto, Jurnalis Project Multatuli Ungkap Alasan Menulis Kasus Pemerkosaan di Luwu Timur

Kamis, 14 Oktober 2021 | 22:33 WIB
eko-rusdianto-jurnalis-project-multatuli-ungkap-alasan-menulis-kasus-pemerkosaan-di-luwu-timur
Ilustrasi penghentian proses penyelidikan oleh polisi dalam kasus kekerasan seksual di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (Sumber: Project M/Muhammad Nauval Firdaus - di bawah lisensi Creative Commons BY-NC-ND 2.0)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Liputan Project Multatuli mengenai kasus dugaan pemerkosaan tiga anak di bawah umur yang diduga dilakukan ayahnya sendiri di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menggemparkan dunia maya belakangan ini.

Liputan berjudul “Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor Polisi, Polisi Menghentikan Penyelidikan” dan ditulis oleh Eko Rusdianto serta disunting oleh Fahri Salam ini mendapat perhatian dari banyak pihak.

Bahkan, website projectmultatuli.org mengalami peretasan dan dicap hoaks atau berita bohong oleh Polres Luwu Timur.

Baca Juga: Polisi Beberkan 5 Fakta Baru Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Sulsel

Dalam Talkshow Rosi di Kompas TV, Kamis (14/10/2021), Eko Rusdianto mengungkapkan alasannya menulis kasus pemerkosan di Luwu Timur dan beberapa hal yang berkaitan dengan investigasinya.

Eko Rusdianto mengetahui kasus ini sejak tahun 2019, di mana dia mulai membaca laporan dan dokumen kasus pemerkosaan tersebut di LBH Makassar.

“Tahun 2019, kasus ini dihentikan di Makassar, itu ketika teman-teman LBH dan saya mulai membaca laporan itu. 2019, saya di LBH membaca semua laporannya, dokumen-dokumennya,” kata Eko Rusdianto.

Eko mengaku pada tahun 2020 sempat sudah ingin menuliskan kisah Ibu Lydia, namun urung karena belum memiliki perspektif banyak tentang penyintas dan perempuan.

Dia lalu belajar kepada rekannya yang merupakan aktivis perempuan dan berdiskusi terkait bagaimana cara berkomunikasi dengan para penyintas.

“2021, teman-teman di Multatuli mengontak bahwa akan menulis tentang kasus-kasus yang mandek, saya mengusulkan tentang kekerasan seksual,” ujarnya.

Penulis : Fiqih Rahmawati | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:35
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19