Kompas TV nasional politik

PDIP Heran Banteng dan Celeng Jadi Polemik : Itu Istilah Biasa di Partai

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:45 WIB
pdip-heran-banteng-dan-celeng-jadi-polemik-itu-istilah-biasa-di-partai
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, merupakan salah satu kader dari PDIP yang mendapat banyak dukungan untuk maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. (Sumber: Kompastv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Abang Baginda Muhammad Mahfuz menyatakan istilah kader “banteng dan celeng” merupakan ungkapan lama di PDIP.

Dia merasa heran, karena istilah tersebut menjadi polemik pasca ada kader yang mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024.

“Saya juga heran kenapa jadi polemik. Padahal kalau di PDIP ini ikan istilah lama,” tegas Baginda, saat menjadi narasumber di program Kompas Petang, Kompas TV, Kamis (14/10/2021).

Dia menjelaskan istilah banteng dan celeng, kerap muncul terutama menjelang momentum-momentum elektoral.

Menurutnya istilah banteng itu muncul untuk menyebut kader PDIP yang mematuhi perintah atau arahan partai.

Baca Juga: Ganjar Respon Soal Kader Celeng: Kita Tetep Banteng!

“Jadi banteng itu lebih kepada istilah kita bagi kader partai yang tegak lurus. Bagi kader partai yang patuh,” tegas Abang Baginda.

Sedangkan, menurutnya “celeng” untuk menyebut kader partai politik tidak taat dengan perintah partai.

“Itu tidak kita anggap sebagai banteng, tetapi celeng,” katanya.

Mengapa PDIP menggunakan istilah tersebut? Menurut Abang Baginda banteng merupakan hewan yang punya karakter berkumpul dan tetap berada di dalam barisan.

Penulis : Vidi Batlolone | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:48
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19