Kompas TV regional peristiwa

Gak Cuman Kabur, Rachel Vennya Juga Salahgunakan Fasilitas Karantina Wisma Atlet Pademangan

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kabar kaburnya Rachel Vennya sedang marak diperbincangan, pasalnya selebgram yang dikenal dengan sebutan Buna ini kabur dari karantina dan terungkap di media sosial.

Rachel diduga hanya melakukan karantina selama 3 hari.

Padahal sesuai aturan terbaru dari pemerintah, bagi warga negara yang baru tiba dari luar negeri wajib melakukan karantina selama 5 hari.

Bila melihat sejumlah postingan di akun instagramnya, Rachel membagikan foto saat tengah berada di Amerika Serikat bulan lalu.

Kepulangannya ke indonesia yang kini jadi masalah.

Sejak 9 Oktober 2021 lalu viral kalau Rachel tak menjalani karantina sesuai aturan.

Bahkan ada yang memposting usai menjalani tes swab, Rachel langsung pulang.

Baca Juga: Swab Antigen Peserta Tes CPNS Digratiskan

Masalah lain kemudian muncul, selain kabur dari lokasi karantina, Rachel Vennya juga diduga menyalahgunakan fasilitas karantina, karena ia tidak termasuk dalam kategori yang berhak di karantina di Rumah Sakit Wisma Atlet Pademangan.

Rumah sakit itu hanya untuk pekerja migran, pelajar atau mahasiswa, dan pegawai pemerintah yang baru pulang dari luar negeri.

Rachel Vennya akhirnya buka suara lewat pernyataan yang ia tulis di Instagram.

Rachel meminta maaf atas kesalahannya yang merugikan orang lain.

Ia menyebut hal buruk yang dilakukannya akan dijadikan sebagai pelajaran ke depan, untuk selalu berpikir dalam melangkah ke depannya.

Penyelidikan dilakukan Kodam Jaya, karena diduga ada oknum TNI yang membantu Rachel.

Sanksi pelanggar aturan karantina kesehatan tertuang dalam Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan.

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan, sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00.

Baca Juga: Masa Karantina 5 Hari Berlaku untuk Semua Mode Transportasi Perjalanan Internasional

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:11
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19