Kompas TV nasional wawancara

Pergeseran Hari Libur Keagamaan Tuai Kontroversi, Kemenag: Ini Hanya Bersifat Sementara

Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Langkah pemerintah menggeser hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW, dari sebelumnya 19 Oktober menjadi 20 Oktober 2021, menuai kontroversi.

Namun, pemerintah beralasan, perubahan sejumlah hari libur nasional, termasuk pemangkasan dan peniadaan cuti bersama, penting untuk mengantisipasi lonjakan kasus setiap masa libur panjang.

Kompas TV bahas Bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, M Fuad Nasar, dan Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Iwan Ariawan.

Perubahan sejumlah hari libur nasional, termasuk libur nasional keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW dari 19 Oktober menjadi 20 Oktober 2021, merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam mengendalikan pandemi dan mengantisipasi potensi lonjakan kasus.

Majelis Ulama Indonesia mengkritik langkah pemerintah yang menggeser hari libur nasional keagamaan. 

Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis dalam uanggahan di akun twitter-nya, mencuit "Saat WFH dan covid-19 mulai reda, bahkan hajatan nasional mulai normal, menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga, sudah tak relevan. Keputusan lama yang tak diadaptasikan dengan berlibur merayakan acara keagamaan."

Pandangan serupa juga disampaikan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Selama pandemi, masa libur panjang yang dibarengi peningkatan aktivitas masyarakat, berulang kali menimbulkan lonjakan kasus covid-19.

Langkah pemerintah memutus libur panjang dengan mengubah tanggal kejepit, masih dalam kerangka pembatasan mobilitas warga.  

Namun, ibadah keagamaan tetap seharusnya bisa dilaksanakan, tentu dengan ketaatan pada protokol kesehatan.

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:36
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19