Kompas TV regional berita daerah

Fenomena Anak Jadi Badut di Retail Modern, Ironi di Kota yang Berpredikat Kota Layak Anak

Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:13 WIB

BANJARMASIN,  KOMPAS.TV - Aksi meminta uang kepada pengunjung di retail modern menjadi fenomena baru yang dihadapi Kota Banjarmasin.

Ironisnya mereka yang meminta masih berusia anak-anak di kota yang baru saja mendapat predikat 'kota layak anak'.

Baca Juga: Belum Temukan Kasus Penularan Covid-19 Saat PTM di Sekolah, Disdik Banjarmasin Ingin Tambah Jam

kemunculan mereka ini pun membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin prihatin.

Fenomena tersebut berpotensi adanya unsur eksploitasi anak yang diperas untuk menghasilkan uang oleh orangtuanya ataupun orang lain.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengakui kondisi tersebut sebagai imbas dari menurunnya jumlah badut di jalanan, setelah pihaknya melakukan penertiban dan pendekatan di lapangan.

namun dengan fenomena baru ini, masyarakat dan pemilik retail modern diharapkan bisa bekerjasama dalam memberikan pemahaman kepada sang anak.

Sebab dikhawatirkan dapat merusak generasi dengan mental meminta-minta.

Di samping itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan sebagai solusi.

"Kepada masyarakat kami khawatir dengan memberi yang tidak bijak justru akan merasakan generasi muda kita dengan mental meminta-minta," ucap Iwan Fitriady.

Baca Juga: Banjarmasin Ditarget Capai Herd Immunity Pada HKN 2021

Tak hanya itu, masyarakat pun diminta untuk lebih bijak dalam memberi.

Meskipun niatnya untuk bersedekah, namun sepatutnya memikirkan mental si anak ketika sudah beranjak dewasa.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pun akan segera melakukan pemantauan dan melakukan tindak tegas kepada orangtuanya jika ada unsur eksploitasi terhadap anak. 

Penulis : KompasTV Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:03
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19