Kompas TV nasional peristiwa

Ada Luka Peradangan pada Korban Pemerkosaan Anak di Luwu Timur, Mabes Polri Pilih Sebut Pencabulan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 21:55 WIB
ada-luka-peradangan-pada-korban-pemerkosaan-anak-di-luwu-timur-mabes-polri-pilih-sebut-pencabulan
Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono membeberkan sejumlah fakta dalam pemeriksaan ulang oleh tim supervisi untuk kasus pemerkosaan anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Brigjen Rusdi mengatakan, tim gabungan melakukan penyelidikan pada Senin (11/10/2021) pada sejumlah dokter dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Luwu Timur.

“Dalam rangka penyelidikan pengaduan dari saudari (ibu korban) atas dugaan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur, tim telah turun kemarin. Ada tim dari Bareskrim Polri, Divisi Propam Polri, dan Polda Sulawesi Selatan,” ujar Rusdi dalam konferensi pers, Selasa (12/10/2021).

Polisi menolak menyebut pengaduan dari ibu korban sebagai kasus pemerkosaan.

Baca Juga: Tagar #PercumaLaporPolisi yang Viral karena Kasus Luwu Timur, Harus Jadi Momentum Pembenahan Polisi

“Penyidik menerima pengaduan dari Saudari (ibu korban) pada 9 Oktober 2019. Isi surat pengaduan ini, yang bersangkutan ini melaporkan diduga telah terjadi peristiwa pidana, yaitu perbuatan cabul,” kata Rusdi.

“Peristiwa perbuatan cabul. Jadi, bukan perbuatan tindak pidana perkosaan, seperti yang viral di media sosial dan juga menjadi perbincangan di publik,” imbuhnya.

Menurut penyelidikan ulang dari tim supervisi Polri, ada tiga pemeriksaan medis pada tiga anak korban pemerkosaan.

Pemeriksaan medis pertama diminta tim Polres Luwu Timur dan dilakukan dr. Nurul pada 9 Oktober 2019 di Puskesmas Malili. Hasilnya, tidak ada luka di alat kelamin maupun dubur 3 anak korban.

Lalu, tim Polres Luwu Timur dan Polda Sumsel melakukan visum et repertum di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar pada 20 Oktober 2019.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:31
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19