Kompas TV nasional hukum

Terbukti Langgar Aturan PPKM, Wali Kota Malang Didenda Rp25 juta atau Dikurung 15 Hari

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:17 WIB
terbukti-langgar-aturan-ppkm-wali-kota-malang-didenda-rp25-juta-atau-dikurung-15-hari
Foto yang beredar di media sosial terkait kegiatan gowes Wali Kota Malang Sutiaji dan jajarannya ke Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, Minggu (19/9/2021). (Sumber: KOMPAS.COM)

MALANG, KOMPAS.TV - Wali Kota Malang Sutiaji dijatuhi sanksi berupa denda sebesar Rp25 juta atau pidana kurungan selama 15 hari.

Sanksi tersebut dijatuhkan karena Sutiaji terbukti melanggar aturan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, dengan melakukan kegiatan bersepeda dengan jajarannya menuju Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang pada 19 September 2021.

"Untuk Pak Sutiaji, dijatuhkan hukuman denda Rp25 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka diganti pidana kurungan selama 15 hari," ucap Humas Pengadilan Negeri Kepanjen M Aulia Reza Utama seperti dilansir Antara, Selasa (12/10/2021).

Aulia menjelaskan pada sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal Farid Zuhri itu, selain Sutiaji, sanksi denda juga dijatuhkan pada dua orang lainnya, yakni Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, dan Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Malang Arif Tri.

Menurutnya untuk sanksi denda yang diberikan kepada Erik, yakni denda sebesar Rp15 juta atau pidana kurungan selama sepuluh hari, dan untuk Arif, sanksi denda sebesar Rp10 juta atau pidana kurungan selama delapan hari.

Baca Juga: Polda Jatim Panggil Wali Kota Malang karena Diduga Langgar Prokes Saat Gowes ke Pantai Kondang Merak

"Pada intinya, isi dari putusan itu, mereka bertiga dinyatakan bersalah melanggar protokol kesehatan sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur pasal 49," papar Aulia.

Ia juga menambahkan sejauh ini Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, baru menerima limpahan dari pihak kepolisian soal pelanggaran PPKM tersebut.

Namun, jika ada pelimpahan yang lain, pihaknya akan menyidangkan kasus tersebut.

"Untuk saat ini yang dilimpahkan tiga. Jika memang ada yang lain, kita akan sidangkan. Karena kami tidak bisa menolak perkara yang dilimpahkan kepada kami," tutur dia.

Sementara itu, Sutiaji hanya memberikan sedikit komentar terkait pelaksanaan sidang putusan tindak pidana ringan tersebut. Ia mengatakan akan mengikuti putusan hakim terkait kasus pelanggaran PPKM tersebut.

"Saya menjadi warga negara, tidak ada bedanya dengan yang lain. Apa yang sudah diputuskan akan kita laksanakan," katanya.

Diketahui sebelumnya, Sutiaji bersama rombongan pada Minggu (19/9) melakukan kegiatan bersepeda dari Kota Malang menuju Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang. Agenda bersepeda itu dilakukan Wali Kota bersama sejumlah komunitas.

Pada saat itu, Pantai Kondang Merak masih ditutup untuk masyarakat umum karena tengah berada pada masa PPKM.

Namun, rombongan pesepeda Wali Kota Malang tersebut pada akhirnya masuk ke kawasan Pantai Kondang Merak.

Sebelum memasuki kawasan tersebut, rombongan itu juga sempat didatangi oleh petugas kepolisian lantaran Pantai Kondang Merak masih belum dibuka.

Baca Juga: Viral Rombongan Wali Kota Malang dan OPD Gowes, Minta Masuk ke Pantai Kondang Merak Yang Ditutup Kar

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV/Antara



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:42
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19