Kompas TV nasional hukum

Moeldoko Usai Diperiksa Bareskrim Terkait ICW: Tak ada Somasi Lagi, Ikuti Proses Hukum

Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:35 WIB
moeldoko-usai-diperiksa-bareskrim-terkait-icw-tak-ada-somasi-lagi-ikuti-proses-hukum
Kepala Staf Kantor Presiden (KSP) Moeldoko memberikan pernyataan soal polemik pegawai KPK dalam alih status menjadi ASN, Rabu (26/5/2021) (Sumber: istimewa)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moldoko terkait laporan pencemaran nama baik dengan terlapor dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Egi Primayogha dan Miftachul Choir. 

Pemanggilan Moeldoko ini untuk mengklarifikasi laporannya mengenai dugaan pencemaran nama baik. Mantan Panglima TNI itu hadir bersama kuasa hukumnya Otto Hasibuan.

"Saya memenuhi panggilan dalam rangka saksi pelapor," ujar Moeldoko di Mabes Polri, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: Penuhi Panggilan Bareskrim, Moeldoko Diperiksa Terkait Tuduhan Promosi Ivermectin

Pemeriksaan Moeldoko sebagai saksi ini dilangsungkan sekitar pukul 15.00 WIB. Usai menjalani pemeriksaan, Moeldoko mengaku telah menjelaskan seluruh detail laporan dugaan pencemaran nama baik dengan terlapor dua peneliti ICW. 

Menurutnya ada sekitar 20 pertanyaan yang diajukan penyidik Bareskrim Polri menenai laporannya.

Moeldoko juga menjelaskan telah memberi kesempatan kepada pihak terlapor untuk meminta maaf. Namun dengan batas waktu yang diberikan Egi Primayogha dan Miftachul Choir tidak melakukan permintaan maaf baik tertulis maupun secara langsung.

"Tidak ada somasi lagi, tetap mengikuti proses hukum," ujar Otto.

Baca Juga: Kubu AHY Kembali Beri Kesempatan Moeldoko Minta Maaf

Adapun laporan ini bermula dari pernyataan Egi yang menduga Moeldoko memiliki hubungan dengan produsen Ivermectin, PT Harsen Laboratories. 

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:29
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19