Kompas TV nasional hukum

Bekas Penyidik KPK Robin Pattuju Minta Maaf ke Terpidana Suap M Syahrial

Senin, 11 Oktober 2021 | 19:36 WIB
bekas-penyidik-kpk-robin-pattuju-minta-maaf-ke-terpidana-suap-m-syahrial
Tersangka mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kanan) dan tersangka Maskur Husain (kiri) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/8/2021). (Sumber: Kompastv/Ant)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV- Bekas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju meminta maaf kepada terpidana M Syahrial. Lantaran telah menipu mantan Wali Kota Tanjungbalai tersebut soal perkara jual beli jabatan yang ditangani KPK.

Pernyataan itu disampaikan Stepanus Robin Pattuju kepada M Syahrial yang hari ini menjadi saksi untuk dirinya, Senin (11/10/2021).

“Ya karena dalam sidang yang bersangkutan juga saya sudah sampaikan bahwa perbuatan saya, kan dia bilang merasa ditipu, saya minta maaf,” kata Robin.

Seperti diketahui, dalam kasus lelang jabatan Pemkot Tanjungbalai M Syahrial telah membayar penuh uang suap sebesar Rp1,69 Miliar kepada Robin. Tujuannya, agar kasus lelang jabatan di Tanjungbalai yang tengah diselidiki KPK tidak dilanjutkan penanganannya.

Baca Juga: Polri: Tak Ada Seleksi untuk 57 Mantan Pegawai KPK Jadi ASN di Kepolisian, Kami Menawarkan

Tetapi, pada kenyataannya kasus lelang jabatan tersebut tetap berlanjut.

Dalam kesaksian M Syahrial, upaya untuk menghentikan penyelidikan kasus lelang jabatannya sesungguhnya tidak hanya satu pintu. Sesuai kesaksiaannya, M Syarial mengaku sempat direkomendasikan oleh Pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar untuk menggunakan jasa pengacara Arief Aceh.

M Syahrial pun sempat bertanya kepada Robin, siapa Arief Aceh. Robin mengutarakan, Arief Aceh merupakan pengacara yang terkenal sebagai “pemain perkara” di KPK.

Saat komunikasi berlangsung, Robin sempat mempersilakan M Syahrial untuk memilih antara dirinya atau Arief Aceh dalam penanganan perkara lelang jabatan.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:04
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19