Kompas TV nasional peristiwa

Polisi Didorong Buka Kembali Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur, Bukti Baru Terus Dikumpulkan

Senin, 11 Oktober 2021 | 12:00 WIB

LUWU TIMUR, KOMPAS.TV - Langkah penyidik Polres Luwu Timur pada 2019 lalu, yang memutuskan menghentikan penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan tiga orang anak oleh ayah kandungnya, disesalkan banyak pihak.

Kini, polisi didorong untuk membuka kembali kasus dugaan pemerkosaan itu.

Merespons tuntutan banyak pihak yang ingin penyelidikan kembali dilanjutkan, Mabes Polri menurunkan tim audit ke Polres Luwu Timur, dan Polda Sulawesi Selatan.

Tim audit akan bertugas menyelidiki bagaimana kasus ini bisa dihentikan oleh penyidik Polres Luwu Timur.

Baca Juga: Datangi Polda Sulsel, Biro Wassidik Bareskrim Mulai Asistensi Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, juga telah mengirimkan tim, untuk mengumpulkan fakta baru dalam kasus dugaan pemerkosaan tiga anak olek ayah kandungnya di Luwu Timur.

Dalam program Sapa Indonesia Malam, Minggu, 10 Oktober 2021, Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto mengatakan, sebagai pengawas eksternal Polri, Kompolnas menuntut kasus ini dapat diselidiki secara transparan.

Sementara, anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani mengapresiasi langkah Polri yang mengirimkan tim audit. 

Meski demikian, ia berharap kasus ini dapat ditangani langsung oleh tim Bareskrim Polri.

Kasus dugaan pemerkosaan terhadap tiga orang anak oleh ayah kandungnya, menjadi perhatian, setelah Project Multatuli mempublikasikan hasil reportasenya.

Di mana ibu korban melaporkan kasus ini ke Polres Luwu Timur pada tahun 2019.

Terduga pelaku adalah mantan suami pelapor.

Dua bulan setelah pelaporan, Polisi menghentikan penyidikan dengan alasan kurangnya alat bukti.

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:30
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19