Kompas TV internasional kompas dunia

Redakan Ketegangan di Perbatasan Himalaya, Komandan Pasukan India dan China Bertemu

Senin, 11 Oktober 2021 | 02:05 WIB
redakan-ketegangan-di-perbatasan-himalaya-komandan-pasukan-india-dan-china-bertemu
Militer India menambah pasukan dalam jumlah besar ke perbatasan dengan China di wilayah Himalaya untuk menandingi perkuatan militer China di wilayah tersebut, seperti dilansir France24, Minggu, 03 Oktober 2021 (Sumber: Straits Times via AFP)

NEW DELHI, KOMPAS.TV - Komandan pasukan India dan China melakukan pertemuan untuk membahas langkah-langkah penarikan pasukan dari daerah-daerah yang diperebutkan di sepanjang perbatasan di Himalaya yang disengketakan.

Pertemuan ini untuk meredakan kebuntuan selama 17 bulan yang kadang-kadang menyebabkan bentrokan mematikan, kata seorang juru bicara militer India seperti dilansir Associated Press, Minggu (10/10/2021)

Para komandan militer itu bertemu setelah jeda dua bulan, sementara pernyataan bersama kemungkinan akan dikeluarkan hari Senin, kata Kolonel Sudhir Chamoli, juru bicara militer India.

Belum ada rincian yang tersedia dan tidak ada komentar langsung dari pihak China.

Sejak Februari, baik India dan China menarik pasukan dari beberapa lokasi di mana mereka berhadap-hadapan dan siap tempur di tepi utara dan selatan Pangong Tso, Gogra dan Galwan Valle. Tetapi kedua belah pihak terus mempertahankan pasukan tambahan sebagai bagian dari pengerahan bertahap.

Pengerahan pasukan tambahan juga dilakukan di Dataran Demchok dan Depsang, kata laporan media India.

Kebuntuan berkepanjangan membuat kedua belah pihak melanjutkan pengerahan pasukan di front Ladakh pada musim dingin kedua berturut-turut dalam suhu beku Himalaya.

Pembicaraan antara komandan pasukan itu terjadi di tengah rasa frustrasi yang diungkapkan oleh panglima militer India atas apa yang disebutnya sebagai pengerahan besar-besaran pasukan dan persenjataan oleh pihak China.

“Ya, ini adalah masalah yang mengkhawatirkan di mana pembangunan skala besar terjadi dan terus berlangsung, dan untuk mempertahankan pembangunan semacam itu, ada pembangunan infrastruktur dalam jumlah yang sama di pihak Tiongkok," kata Jenderal MM Naravane, Sabtu (09/10/2021).

“Jadi, itu berarti mereka (China) ada di sana untuk menetap. Kami terus mencermati semua perkembangan, tetapi jika mereka ada di sana, kami juga di sana untuk menetap,” katanya.

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Associated Press



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:12
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19