Kompas TV regional peristiwa

5 Fakta Puluhan Remaja di Garut Diduga Dibaiat NII, Densus 88 Antiteror Turun Tangan

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 08:51 WIB
5-fakta-puluhan-remaja-di-garut-diduga-dibaiat-nii-densus-88-antiteror-turun-tangan
Ilustrasi Densus 88 Antiteror yang mulai turun tangan menyelidikan dugaan puluhan remaja di Garut, Jawa Barat terpapar ajaran Negara Islam Indonesia (NII). (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sebanyak 59 remaja di Sukamenteri, Garut, Jawa Barat diduga terpapar paham radikalisme Negara Islam Indonesia (NII).

Kasus ini bermula saat orang tua dari remaja yang diduga dibaiat NII melapor kepada pihak pemerintahan setempat karena anaknya menampakkan perilaku menyimpang.

Kasus dugaan pembaiatan ajaran NII ini melibatkan 59 remaha usia 15-20 tahun.

Baca Juga: Kata Orang Tua di Garut yang Anaknya Diduga Terpapar NII: Baiat Hijrah ke Arah yang Terang

Berikut sederet fakta terkait remaja di Garut yang diduga dibaiat NII.

1. Berawal dari laporan orang tua

Kasus dugaan pembaiatan NII ini bermula saat orang tua dari remaja yang terpapar mendapati anaknya menunjukkan perilaku menyimpang.

Salah satu orang tua remaja yang dibaiat NII, Muklis, menjelaskan bahwa anaknya mengkafirkan orang lain yang bukan merupakan bagian dari kelompok NII.

“Kebetulan anak saya ikut dalam kelompok pengajian itu, cuma yang jadi permasalahan, jadi ada penyimpangan-penyimpangan di pengajian tersebut, mengkafirkan seseorang di luar kelompok mereka. Makanya saya di sini, selaku orang tua anak, merasa resah,” kata Muklis, dikutip dari tayangan Sapa Indonesia Akhir Pekan, Sabtu (9/10/2021).

2. Polisi melibatkan berbagai pihak

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini secara kolaboratif.

Pihaknya melibatkan berbagai pihak untuk turun tangan, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) hingga Kodim setempat

Penulis : Fiqih Rahmawati | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

WAGUB TINJAU BANJIR GARUT #SHORTS

Senin, 29 November 2021 | 23:03 WIB
Berita Daerah

Wagub Jabar Tinjau Banjir Garut

Senin, 29 November 2021 | 22:54 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
23:22
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19