Kompas TV internasional kompas dunia

Pejabat Amerika Serikat akan Bertemu Pejabat Taliban di Doha, Pertama Sejak AS Tarik Mundur Pasukan

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 08:14 WIB
pejabat-amerika-serikat-akan-bertemu-pejabat-taliban-di-doha-pertama-sejak-as-tarik-mundur-pasukan
Pejuang Taliban duduk di sebuah truk pickup di bandara di Kabul. Delegasi senior Amerika Serikat dilaporkan segera bertemu pejabat tinggi Taliban hari Sabtu dan Minggu ini di Doha, Qatar (Sumber: AP Photo)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Untuk pertama kalinya sejak penarikan mundur seluruh tentara Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan, delegasi Negeri Paman Sam akan bertemu dengan perwakilan senior Taliban di Doha, Qatar.

Seperti dilansir dari Strait Times, Sabtu (9/10/2021), dua pejabat senior AS menjelaskan, pertemuan tatap muka di tingkat senior untuk pertama kalinya tersebut direncanakan berlangsung pada hari ini Sabtu dan Minggu besok.

Delegasi tingkat tinggi Amerika Serikat nanti akan mencakup pejabat dari Departemen Luar Negeri, USAID dan komunitas intelijen AS.

"Pejabat AS rencananya akan menekan Taliban untuk memastikan perjalanan keluar Afganistan yang aman bagi warga kami dan lainnya dan untuk membebaskan Mark Frerichs yang diculik," kata para pejabat AS.

Prioritas utama lainnya adalah memaksa Taliban amanah pada janjinya bahwa mereka tidak akan membiarkan Afghanistan kembali menjadi sarang Al-Qaeda atau ekstremis lainnya.

"Sambil menekan kelompok itu untuk meningkatkan akses bantuan kemanusiaan karena negara itu menghadapi prospek yang benar-benar parah dan mungkin mustahal untuk mencegah kontraksi ekonomi," kata pejabat AS.

Utusan Khusus Amerika Serikat Zalmay Khalilzad, yang telah bertahun-tahun mempelopori dialog AS dengan Taliban dan menjadi tokoh kunci dalam pembicaraan damai dengan kelompok itu, tidak akan menjadi bagian dari delegasi tersebut.

Delegasi Amerika Serikat akan mencakup Deputi Perwakilan Khusus Departemen Luar Negeri Tom West serta pejabat tinggi kemanusiaan USAID Sarah Charles. Di pihak Taliban, pejabat Kabinet akan hadir, kata para pejabat.

“Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari keterlibatan pragmatis dengan Taliban yang telah kami lakukan mengenai masalah kepentingan nasional yang vital,” kata seorang pejabat senior pemerintah, yang berbicara dengan syarat anonim.

"Pertemuan ini bukan tentang memberikan pengakuan atau memberikan legitimasi. Kami tetap jelas bahwa legitimasi apa pun harus diperoleh melalui tindakan Taliban sendiri. Mereka perlu membangun rekam jejak yang berkelanjutan," kata pejabat itu.

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Gading Persada

Sumber : Straits Times



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:27
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19