Kompas TV regional berita daerah

Aniaya Anak Asuh Difabel, Pasutri Ditangkap

Kamis, 7 Oktober 2021 | 10:51 WIB

SLEMAN, KOMPAS.TV - Polisi menangkap sepasang suami isteri yang menganiaya anak difabel di Sleman, Yogyakarta. Keduanya adalah pengelola panti yang kerap memukul dan memborgol korban di depan rumah serta menyiramnya dengan air panas hingga korban mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Terbongkarnya aksi penyiksaan terhadap anak asuh difabel ini berawal dari kecurigaan ibu korban, yang dilarang bertemu dengan anaknya meski hanya melalui panggilan video. Kerinduan sang ibu diekspresikan dalam unggahan di media sosial dan mendapat komentar dari salah seorang mantan karyawan panti. Karyawan tersebut menyarankan ibu korban segera mengambil anaknya, karena kerap disiksa oleh kedua tersangka.

Tidak terima dengan nasib malang yang dialami anaknya, ibu korban melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Sleman, Yogyakarta. Kepada polisi, kedua tersangka mengakui tindakan kekerasan dilakukan karena korban sulit menerima pelajaran. Penganiayaan diduga terjadi sejak korban yang berasal dari Lampung dititipkan orangtuanya untuk belajar di Rumah Kasih Sayang tersebut pada tahun 2019.

"Dari pengakuan korban, korban setiap malam diborgol didepan tiang, kemudian disiram dengan air panas, dipukul menggunakan tongkat, disulut kemaluannya dengan api. Ini ada barang buktinya. Kemudian untuk Rumah Kasih Sayang tersebut tidak memiliki izin, jadi sudah resmi ditutup oleh Dinas Sosial Polres Sleman," kata Iptu Yunanto Kukuh, Kanit PPA Polres Sleman.

Selain menangkap kedua tersangka, polisi juga menutup kegiatan Rumah Kasih Sayang dan menitipkan 17 anak asuh ke salah satu panti sosial di Magelang, Jawa Tengah.

#sleman #yogyakarta #pantisosial

Penulis : KompasTV Jateng

Sumber : Kompas TV Jateng



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:43
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19