Kompas TV internasional kompas dunia

Bank Myanmar Batasi Pengambilan Uang, Warga Gunakan Jasa Calo

Rabu, 6 Oktober 2021 | 18:31 WIB
bank-myanmar-batasi-pengambilan-uang-warga-gunakan-jasa-calo
Rakyat Myanmar kesulitan mengambil uang di ATM sejak kudeta militer. (Sumber: BBC)

YANGON, KOMPAS.TV- Perbankan Myanmar membatasi nasabahnya untuk mengambil uang. Hal itu dilakukan lantaran rakyat Myanmar berbondong-bondong menarik uangnya di bank setelah kudeta militer. Bahkan banyak rakyat Myanmar menggunakan jasa calo agar bisa mengambil uang di rekening mereka sendiri. 

Sejak Maret 2021, Bank Sentral Myanmar membatasi penarikan tunai hingga 2 juta Kyat (Rp2,3 juta) seminggu untuk nasabah perorangan dan 20 juta Kyat (Rp23,4 juta) bagi sebagian besar perusahaan.

Salah satu warga Yangon, Ma Khine, bangun pagi-pagi untuk mengambil uangnya di ATM. Namun sesampainya di ATM Bank KBS di Myanmar Plaza, antrian panjang sudah terjadi pada pukul 6 pagi. Pihak bank memberikan nomor antrian kepada nasabah yang tengah mengantri.

"Namun, meskipun Anda salah satu yang beruntung mendapatkan nomor antrian, tidak ada jaminan bahwa masih akan ada uang di mesin saat giliran Anda tiba," kata Ma Khine seperti dikutip dari BBC, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Trump Terlempar Keluar dari Daftar Orang Terkaya di AS, Ini Penyebabnya

"Hanya 3 dari sepuluh mesin yang bekerja pada satu waktu, dan bank tidak akan menambahnya lagi. Jika Anda tidak bisa menunggu, maka Anda harus membayar sogokan di pasar gelap," tambahnya.

Ma Khine melakukan hal itu bulan lalu dan harus membayar komisi 12 persen kepada calo, hanya untuk mengambil uangnya sendiri.

Sampai saat ini, belum ada aturan yang jelas dari otoritas terkait soal pembatasan jumlah uang yang bisa diambil di bank. Beberapa bank menerapkan aturan yang berbeda. Hal itu juga mengindikasikan sistem perbankan Myanmar hampir kolaps. 

Bank CB di wilayah Delta Irrawaddy misalnya, mengizinkan para pelanggan untuk menarik hanya 500 ribu Kyat (Rp586.000) dalam 2 pekan.

Baca Juga: Wow! Harga Bitcoin Melonjak, Tembus Rp720 Juta

Penulis : Dina Karina | Editor : Vyara Lestari

Sumber : BBC



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:02
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19