Kompas TV nasional hukum

Saksi Sebut Ada 8 "Orang Dalam" Azis Syamsuddin di KPK

Rabu, 6 Oktober 2021 | 14:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi akan mendalami keterangan saksi Yusmada, mantan Sekda Tanjung Balai yang menyebut adanya “orang dalam” mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di KPK.

KPK juga akan memanggil sejumlah saksi lain untuk mencari fakta hukum baru di persidangan.

Pemeriksaan saksi lain ini, menurut Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dilakukan untuk mendalami pernyataan saksi Yusmada di persidangan sebelumnya.

Melalui keterangan para saksi lain, nantinya majelis hakim akan melihat ada atau tidaknya kaitan dengan kebenaran pernyataan Yusmada.

Walaupun demikian, hingga kini KPK masih belum menyebut nama-nama saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan selanjutnya.

KPK memastikan setiap fakta persidangan menjadi catatan khusus jaksa KPK dalam membentuk fakta hukum bagi pengembangan perkara.

Sementara itu, anggota dewan pengawas KPK, Syamsudin Harries mengaku tidak mengetahui keberadaan delapan orang dalam Azis Syamsuddin di tubuh KPK.

Dewas juga tidak pernah menerima laporan terkait delapan orang yang menjadi perpanjangan tangan Azis di KPK.

“Tidak pernah ada laporan resmi ke dewas terkait 8 penyidik atau orang dalam KPK yang katanya bisa mengamankan kepentingan AS atau Azis Syamsuddin. Saya baru tahu dari media,” ujar Haries kepada KompasTV.

Informasi mengenai delapan orang dalam Azis Syamsudin di KPK pertama kali muncul dalam persidangan kasus suap dengan terdakwa mantan penyidik KPK, Stephanus Robin Pattuju.

Saksi Yusmada yang merupakan Mantan Sekda Tanjung Balai menyebut bahwa tak hanya Robin, tapi Azis juga punya delapan orang untuk memuluskan penghentian kasus suap jual beli jabatan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Keterangan yang disampaikan saksi Yusmada tidak bisa dianggap enteng.

KPK harus bisa membuktikan transparansi dan independensinya dalam penuntasan kasus-kasus yang tengah bergulir.

Jangan sampai ada main mata dalam pemberantasan korupsi yang membuat penyidikan kasus tidak menyentuh nama-nama yang menjadi inisiator dan sumber terjadinya korupsi.
 

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:31
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19