Kompas TV nasional peristiwa

Dua Saksi Kasus Subang Yoris dan Yosep Hendak Bertemu Perbaiki Hubungan, Gagal Karena Hal ini

Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Penulis : Theo Reza

SUBANG, KOMPAS.TV – Pihak Pemerintah Desa Jalancagak mempertemukan Yoris Anak Tertua dari korban pembunuhan ibu dan anak dengan ayahnya Yosef di kantor Desa Jalancagak pada Senin (4/10) siang.

Namun pertemuan tersebut gagal, lantaran Yosef tidak bisa hadir dalam pertemuan tersebut.

Ditemani istrinya, Yoris anak tertua sekaligus kakak korban pembunuhan ibu dan anak datang ke kantor desa jalan cagak untuk memenuhi undangan pihak pemerintahan desa yang ingin mempertemukannya dengan Yosef ayahnya.

Seperti diketahui, Pasca pembunuhan ibu dan anak hubungan Yosep dan Yoris tidak lagi harmonis.

Keduanya bahkan sempat saling serang dan saling menyudutkan.

Banyak pihak yang menilai jika semua kesalah pahaman yang terjadi karena hingga kini polisi belum juga mampu mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Baca Juga: Keluarga Tak Masalah Autopsi Ulang Korban Tuti-Amalia: Kami Berharap Pelaku Segera Ditangkap

Melihat kondisi yang cukup mengkhawatirkan antara ayah dan anak itu, Maka pihak pemerintah desa jalancagak mencoba mempertemukan keduanya agar kembali rukun.

Menurut Yoris tak masalah jika Yosep tidak bisa hadir kali ini. Namun ia akan terus berupaya untuk bisa bertemu dan berbicara dengan sang ayah agar bisa kembali harmonis.

Selain itu Yoris juga berharap agar pelaku segera ditangkap polisi agar tidak ada prasangka dan asumsi-asumsi liar di masyarakat.

Hingga kini berbagai upaya terus dilakukan polisi untuk bisa mengurai teka teki kasus pembunuhan sadis ini.

Mulai dari pemeriksaan intens terhadap sejumlah saksi, berulang kali mengecek TKP dan mengumpulkan barang bukti hingga melakukan otopsi ulang terhadap mayat kedua korban.

Video Editor: Laurentius Galih


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:39
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19