Kompas TV olahraga kompas sport

Dejan Antonic: Situasi di PSS Sleman Ganggu Para Pemain

Minggu, 3 Oktober 2021 | 22:01 WIB
dejan-antonic-situasi-di-pss-sleman-ganggu-para-pemain
Pelatih PSS Sleman Dejan Antonic memberikan instruksi kepada sejumlah pemainnya saat uji lapangan jelang laga kedua Grup C Piala Menpora 2021, Sabtu (27/3/2021). PSS akan menghadapi Persela Lamongan di stadion yang sama Minggu (28/3/2021) sore. (Sumber: ligaindonesiabaru.com)

BANDUNG, KOMPAS.TV - Dejan Antonic mengungkapkan polemik antara suporter dan manajemen PSS Sleman menyebabkan gangguan kepada fokus para pemain Super Elang Jawa. 

Seperti diketahui, suporter PSS Sleman (BCS dan Slemania) kecewa terhadap performa tim dan menuntun manajemen untuk memecat Dejan Antonic. 

Alih-alih memberikan respons adem, Direktur Utama PT PSS Marco Garcia Paulo malah berniat memindah homebase klub. 

Masalah ini sampai membuat Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo turun tangan mendinginkan suasana. 

Hasilnya, Marco meminta maaf kepada para suporter PSS dan tidak akan memindahkan kandang klub. 

Baca Juga: Sempat Ancam Pindahkan Kandang PSS Sleman, Marco Gracia Paulo: Saya Minta Maaf kepada Para Fans

Usai polemik tersebut, PSS tak kunjung menuai hasil positif. Mereka hanya mampu bermain imbang kontra Persik Kediri dalam laga pekan ke-6 Liga 1 2021-22, Minggu (3/10/2021) di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. 

Dejan Antonic beralasan, hasil imbang kontra Persik disebabkan para pemainnya tidak fokus akibat polemik antara manajemen klub dan suporter. 

"Kita tahu situasi di PSS Sleman dan situasi yang ini jujur mengganggu anak-anak," sebut Dejan, dikutip dari Bolasport.com. 

"Banyak dari kita orang profesional, kita sudah lama berada di sepak bola Indonesia dan situasi seperti ini mungkin dulu ada yang pernah mengalaminya."

Penulis : Gilang Romadhan | Editor : Fadhilah

Sumber : bolasport.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:56
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19