Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Berani! Kapolri Listyo Rekrut Novel Baswedan dkk - Opini Budiman

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 09:55 WIB

Kontroversi alih status pegawai KPK mulai menemui titik terang. Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah politik berani.

Ia berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo dan mengemukakan niatnya untuk merekrut 56 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai aparatur sipil negara (ASN), sebagai ASN di lingkungan Polri.

Surat Kapolri itu direspon Presiden Jokowi melalui Mensesneg Pratikno dan mengatakan Presiden pada prinsipnya menyetujuinya.

Kapolri selanjutnya akan berkoodinasi dengan Menteri PAN dan RB, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk rekrutmen pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan menjadi ASN Polri.

Langkah Kapolri itu pasti menuai pro dan kontra. Sebenarnya, Presiden Jokowi pada Mei 2021, sudah memberikan perintah terbuka kepada Ketua KPK Komisaris Jenderal Firli Bahuri.”…untuk tidak menjadikan alasan TWK sebagai alasan untuk memberhentikan pegawai KPK.” 

Namun arahan terbuka Presiden Jokowi tidak diikuti sepenuhnya Komjen (Pol) Firli Bahuri. Sebanyak 56 pegawai tetap diberhentikan.

Ombusman Nasional dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menemukan ada mal-administrasi dan pelanggaran hak asasi manusia dalam pelaksanaan tes wawasan kebangsaan.

Kedua komisi negara itu meminta Presiden Jokowi untuk mengangkat pegawai KPK. 

Di antara mereka yang dinyatakan tidak lolos TWK, berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang melabeli mereka sebagai radikal.

Namun di antara antara pegawai KPK itu, ada nama Ambarita Damanik. Pensiunan Polri yang masuk KPK sejak 2005, sempat terlibat sebagai satgas antibom, sebagai cikal bakal Densus 88, yang ikut menangani megakorupsi e-KTP dan ikut menangkap Ketua DPR Setyo Novanto.

Ada juga Andre Dedy Nainggolan, kepala satuan tugas yang membongkar korupsi Juliari Batubara. Ada nama Rieswin Rachwell, penyelidik yang berperan dalam sejumlah operasi tangkap tangan yang dipimpin ”Raja OTT” Harun Al Rasyid.

Ada juga nama Benydictus Siumlala Martin Sumarno yang aktif di Wadah Pegawai KPK bersama Yudi Purnomo. Penangkapan tersangka kasus korupsi Muhammad Nazaruddin di Bogota, Kolombia (2011), Nunun Nurbaeti di Bangkok, Thailand (2011).

Penulis : Aryo bimo

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19