Kompas TV brandsight

Sakit Gigi Bisa Merembet ke Jantung? Ini Cara Mencegahnya

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sejumlah ahli menemukan korelasi antara menjaga kesehatan gigi dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Rutin menyikat gigi dua kali sehari dapat menghindari risiko penyakit yang lebih serius seperti sakit jantung.

Menjaga kesehatan gigi tidak hanya bisa membuat gigi tampak bersih dan meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga mencegah bakteri bersarang di mulut.

The Global Burden of Disease Study (2017) mengungkapkan, penyakit mulut mempengaruhi 3,5 miliar orang di seluruh dunia.

Bakteri dan plak yang dibiarkan dapat merusak lapisan email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Lubang pada gigi dapat menjadi sarang bagi berbagai macam bakteri. Jika dibiarkan, gigi berlubang dapat menyebabkan komplikasi ke jaringan tubuh lainnya.

Selain gigi berlubang, gusi berdarah juga perlu diwaspadai. Kondisi gusi berdarah, berwarna lebih merah dan lunak disebabkan oleh plak yang tidak segera diatasi sehingga menyebabkan infeksi gusi.

Hal ini tentu bisa meningkatkan risiko penyakit jantung atau penyakit berbahaya lainnya. Seperti diungkapkan oleh Dr Nigel Carter OBE, CEO Oral Health Foundation.

“Sebelumnya, telah ditetapkan bahwa orang dengan penyakit gusi hampir dua kali lipat lebih berpotensi untuk terpapar risiko penyakit jantung daripada orang dengan gigi dan gusi yang sehat,” katanya, dilansir dari Oral Health Foundation.

Bakteri yang menginfeksi gusi dan menyebabkan radang pada gusi dan jaringan pendukung gigi (periodontitis), dapat menyebar dan mengganggu kinerja organ tubuh lainnya sehingga menimbulkan risiko sakit jantung dan stroke.

Dr Nigel melanjutkan, sakit gigi dan infeksi gusi juga bisa meningkatkan risiko penyakit lain seperti diabetes, bahkan Alzheimer.

“Selama beberapa tahun terakhir, masalah mulut juga dikaitkan dengan kondisi serius lainnya seperti diabetes, penyakit Alzheimer, dan masalah pada kehamilan. Jadi, sangat penting bagi kita untuk melihat kesehatan mulut sebagai prioritas,” tegasnya.

Cara menjaga kesehatan gigi dan mulut

Permasalahan gigi dan mulut timbul karena kebiasaan yang kurang baik, seperti mengonsumsi makanan manis, asam, dan tidak segera membersihkan sisanya.

Makanan manis dapat yang mengandung gula dapat menyebabkan bakteri streptococcus berkembang biak. Sementara, makanan asam dapat mengikis lapisan email yang melindungi gigi.

Rutinitas sederhana yang bisa dilakukan di rumah dapat mencegah sebagian besar permasalahan gigi.

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menganjurkan masyarakat untuk menyikat gigi 2 kali sehari di waktu yang baik, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Kebanyakan orang Indonesia menyikat gigi hanya saat mandi, sikat gigi justru sering dilewatkan setelah makan malam. Padahal, sisa-sisa makanan harus dibersihkan agar tidak menghidupkan aktivitas bakteri di dalam mulut.

Menyikat gigi setelah makan dengan pasta gigi mengandung fluoride dapat membantu membersihkan sisa makanan yang menempel agar tidak menjadi bakteri sekaligus melindungi lapisan gigi.

Senyawa fluoride bisa membuat gigi lebih kuat dan mencegah gigi berlubang dan bisa menangani kerusakan gigi dini.

Salah satu brand yang menjadi pilihan keluarga saat ini adalah Pepsodent. Pasta gigi Pepsodent memiliki kandungan aktif pro-fluoride kompleks dan mikro kalsium aktif yang secara ilmiah terbukti memberikan perlindungan maksimal dari gigi berlubang, serta membuat gigi 10 kali lebih kuat.

Bagaimana fluoride melawan gigi berlubang?

Cara kerja pasta gigi ber-fluoride

Pola makan dan kebiasaan seperti merokok dapat berpengaruh pada kesehatan gigi.

Saat seseorang makan makanan seperti permen atau mie, bakteri penyebab gigi berlubang mulai memakan karbohidrat dalam makanan ini, kemudian menghasilkan asam yang menyerang email.

Lepasnya kalsium dan fosfat dari email gigi membuat gigi rentan mengalami pembusukan dan berlubang.

Meski demikian, air liur secara alami mengandung kalsium dan fosfat sehingga dapat melindungi gigi dari serangan bakteri. 

Air liur dapat bekerja sama secara maksimal dengan fluoride yang terkandung dalam pasta gigi. Ketika dioleskan ke gigi, fluoride akan bekerja sama dengan kalsium dan fosfat, menciptakan sistem pertahanan paling kuat yang dimiliki gigi untuk mencegah pembentukan lubang.

Mulai peduli kesehatan gigi dan gusi. Lakukan kebiasaan menyikat gigi 2 kali sehari menggunakan pasta gigi mengandung fluoride untuk cegah bakteri dan penyakit. Yuk, #SikatGigiSekarang.

Penulis : Elva Rini

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Gadget

Waspada, Ini 6 Tanda Ponsel Anda Diretas

Kamis, 30 September 2021 | 12:20 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
12:33
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19