Kompas TV nasional hukum

Polisi Sebut Paranormal di Tangerang Sudah Diintai 4 Hari Sebelum Ditembak di Depan Rumahnya

Selasa, 28 September 2021 | 17:35 WIB
polisi-sebut-paranormal-di-tangerang-sudah-diintai-4-hari-sebelum-ditembak-di-depan-rumahnya
Ilustrasi penembakan anggota polisi. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Arman alias Alex, paranormal yang tinggal di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, ternyata sudah diintai terlebih dahulu sebelum akhirnya ditembak oleh pelaku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, butuh waktu selama empat hari bagi pelaku sampai akhirnya memutuskan menembak korban di depan rumahnya.

Baca Juga: Terungkap Motif Penembakan Paranormal di Tangerang, Dendam Istri Disetubuhi Korban Saat Berobat

Yusri menuturkan, pengintaian yang dilakukan pelaku dimulai pada 15 September 2021. Lalu dilanjutkan pada tanggal 16, 17, dan 18 September 2021. Pada hari terakhir itu, pelaku memutuskan menembak korban. 

Adalah pria berinisial K sebagai eksekutor atau pelaku penembakan terhadap korban Arman. Dalam melakukan pengintaian, K ditemani oleh tersangka S yang berperan sebagai joki.

Yusri menuturkan, pelaku K dan S membunuh korban setelah disuruh oleh tersangka M yang tak lain adalah aktor intelektual atau dalang pembunuhan Arman. Ketiganya telah ditangkap kurang dari sepekan setelah kejadian.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Ustaz di Tangerang dan Dalang Pembunuhnya

"Ini eksekutor (K dan S) sudah mengintai korban di TKP ini sudah empat hari. Mulai tanggal 15 hingga 18 (September 2021)" kata Yusri dalam keterangan resminya pada Selasa (28/9/2021).

Yusri mengungkapkan, keberadaan K dan S selama empat hari mengintai korban terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Keduanya mengintai korban untuk mengetahui situasi dan kondisi sebelum mengeksekusi A.

"Mereka membaca dan terekam semua. Jadi sudah membaca situasi kapan korban sendiri dan kemudian dilakukan pembunuhan," ucap Yusri.

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

PPKM Kota Semarang Turun Level 1

Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:31 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
11:48
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19