Kompas TV internasional kompas dunia

Ternyata Ini Penyebab Ekonomi Asia Pasifik Melambat di 2022 Versi Bank Dunia

Selasa, 28 September 2021 | 17:10 WIB
ternyata-ini-penyebab-ekonomi-asia-pasifik-melambat-di-2022-versi-bank-dunia
Ilustrasi Kantor Bank Dunia (Sumber: Bloomberg)

WASHINGTON, KOMPAS.TV- Bank Dunia menyatakan, pemulihan ekonomi di kawasan Asia Pasifik berjalan lambat. Kesenjangan sosial di wilayah tersebut juga meningkat dan sulit dikurangi dalam waktu panjang.

Bank Dunia menyatakan, penyebaran virus Covid-19 varian Delta di 2021 adalah penyebabnya. Kawasan Asia Pasifik mencakup Jepang, Korsel, China, Asia Tenggara, India, Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, Pakistan, Australia, Selandia Baru, Fiji, Tonga, Samoa, dan Kepulauan Solomon.

"Kerusakan yang diakibatkan oleh kebangkitan dan persistensi Covid-19 kemungkinan akan mengganggu pertumbuhan dan meningkatkan ketidaksetaraan dalam jangka panjang," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Manuela Ferro, dikutip dari Antara, Selasa (28/9/2021).

Dalam laporan terbaru berjudul 'World Bank East Asia and Pacific Fall 2021 Economic Update', disebutkan pertumbuhan  ekonomi mulai melambat di kuartal II-2021. Proyeksi pertumbuhan  ekonomi hingga akhir tahun juga akan lebih rendah dari perkiraan awal.

Baca Juga: Ada Skandal Penyimpangan Data, Bank Dunia Hentikan Laporan "Doing Business"

“Pemulihan ekonomi negara-negara berkembang Asia Timur dan Pasifik menghadapi pembalikan nasib,” ujar Ferro.

Ekonomi China diramal akan tumbuh 8,5 persen tahun ini, sedangkan  wilayah lainnya hanya bisa tumbuh 2,5 persen. Termasuk Indonesia.

“Padahal pada 2020 wilayah tersebut menahan COVID-19 sementara wilayah lain di dunia berjuang, peningkatan kasus Covid-19 pada 2021 telah menurunkan prospek pertumbuhan untuk tahun 2021," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Dunia Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo mengatakan, wilayah Asia Timur dan Pasifik bisa bangkit kembali. Dengan catatan, mampu memvaksinasi lebih dari 60 persen populasi mereka pada paruh pertama tahun 2022.

Hal itu tidak akan menghilangkan infeksi virus Covid-19, namun akan secara signifikan mengurangi angka kematian dan memungkinkan dimulainya kembali aktivitas perekonomian.

Penulis : Dina Karina | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV/Antara


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:32
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19