Kompas TV regional peristiwa

Nakhoda Jadi Tersangka Penyebab Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV di Cilacap

Selasa, 28 September 2021 | 04:05 WIB
nakhoda-jadi-tersangka-penyebab-tenggelamnya-kapal-pengayoman-iv-di-cilacap
Kapal Pengayoman IV milik Kemenkumham tenggelam di Perairan Nusakambangan, Jumat (17/9/2021). (Sumber: Kompastv/Ant)

SEMARANG, KOMPAS.TV - Polres Cilacap resmi menetapkan SA (53), nakhoda kapal angkut Pengayoman IV sebagai tersangka insiden tenggelamnya kapal milik Ditjen Pemasyarakatan itu di perairan Cilacap, Jawa Tengah pada 17 September silam.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy membenarkan hal tersebut. Kombes Iqbal menyebut, SA menjadi tersangka karena lalai hingga menyebabkan korban meninggal.

"Saudara SA telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenai pasal 359 KUHP. Dia disangkakan dengan perkara karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia," ujar Iqbal dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021) malam.

Baca Juga: Ibu Bayi Silver Terima Upah 'Uang Popok' Per Hari, Sosiolog: Ini Eksploitasi Anak!

Ia mengatakan kasus tersebut ditangani Satreskrim Polres Cilacap bekerja sama dengan Satpolair Polres Cilacap.

Polisi telah melakukan penyelidikan mendalam atas kasus tersebut, termasuk memeriksa 12 orang saksi dan menyita beberapa barang milik korban sebagai barang bukti.

"Saat ini, perkara sudah masuk dalam taraf penyidikan. Lima korban selamat dan tujuh saksi lain diperiksa sebagai saksi," beber Iqbal.

Iqbal menambahkan, polisi saat ini berusaha maksimal menyelesaikan kasus ini. Ia juga menyebut pihak Polres Cilacap telah melakukan langkah koordinasi awal dengan kejaksaan.

Koordinasi itu untuk pelimpahan kasus ke pengadilan dengan penyerahan kelengkapan formil dan materi berkas perkara.

Seperti diketahui, kapal angkut Pengayoman IV milik Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham terbalik dan tenggelam pada 17 September silam sekitar pukul 09.00 WIB. 

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:43
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19