Kompas TV regional berita daerah

Budidaya Melon Green House, Keuntungan Semanis Melon

Senin, 27 September 2021 | 19:44 WIB

MOJOKERTO, KOMPAS.TV - Jenuh bekerja sebagai pegawai honorer yang berada di balik meja, seorang pemuda di Mojokerto, Jawa Timur, banting setir menjadi petani buah. Memanfaatkan lahan tidur yang tidak dimanfaatkan pemuda tersebut membangun green house untuk menanam buah melon. Hasilnya, tiap dua bulan ia panen melon premium dengan keuntungan mencapai 30 juta rupiah.

Jenuh dan tak kunjung diangkat sebagai ASN di Dinas Pendidikan,  Fatikul Munir seorang pegawai honorer beralih profesi menjadi petani buah melon. Berkat keuletan dan ketekunannya, warga Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini sukses bertani buah melon dengan metode green house.

Memanfaatkan lahan pekarangan kosong seluas enam ratus meter persegi  yang disewanya di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Fatikul menanam buah melon jenis sakata glamour sejak satu tahun lalu.

Menurut fatikul, metode pertanian modern bisa menghasilkan buah melon kualitas premium, dengan rasa manis dan renyah. Selain buahnya bisa bebuah bagus, dengan metode green house tanaman melon terhindar dari serangan hama dan hujan.

Meski tanaman buah melon dengan metode green house ini perlu biaya lebih mahal di awal membudidaya, karena membutuhkan plastik ultraviolet sebagai atap dan bambu untuk penyangga, namun keuntungan yang didapat juga lebih besar jika dibandingkan dengan lahan sawah atau hamparan.

Setiap kali panen dua bulan sekali buah melon yang dihasilkan bisa dua ton lebih, dengan keuntungan mencapai 30 juta rupiah. Dalam satu tahun bisa empat hingga lima kali panen.

#beritamojokerto
#budidayamelon
#melon
#greenhouse
#agrobisnis

Penulis : KompasTV Madiun

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:00
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19