Kompas TV regional berita daerah

Tinggalkan Profesi Honorer, Pemuda Jadi Jutawan Dari Bertanam Melon

Senin, 27 September 2021 | 17:39 WIB

MOJOKERTO, KOMPAS.TV - Aktivitas Fatikul Munir setiap hari lebih banyak ia habiskan di lahan green house. Warga Kutorejo Mojokerto ini secara telaten memeriksa tanaman melon miliknya.

Fatikul awalnya adalah seorang tenaga honorer di Dinas Pendidikan kabupaten Mojokerto. Jenuh dengan aktivitas harian yang itu-itu saja, serta tak kunjung diangkat menjadi ASN, Fatikul memilih meninggalkan pekerjaannya itu.

Berbekal tabungan yang dimilikinya, Fatikul akhirnya memilih menjadi petani melon dengan lahan green house. Memanfaatkan pekarangan kosong seluas 600 meter persegi yang disewanya di desa Sentonorejo, kecamatan Trowulan, Fatikul menanam buah melon jenis Sakata Glamour sejak satu tahun lalu.

Menurut Fatikul metode pertanian modern bisa menghasilkan buah melon kualitas premium dengan rasa manis dan renyah. Selain buahnya bisa berbuah bagus, dengan metode green house, tanaman melon terhindar dari serangan hama dan hujan.

Sistem pertanian green house ini memang perlu biaya lebih mahal di awalnya. Karena membutuhkan plastik ultraviolet sebagai atap dan bambu untuk penyangga.

Namun keuntungan yang didapat juga lebih besar, jika dibandingkan dengan lahan sawah atau hamparan. Dua bulan sekali Fatikul memanen buah melon sebanyak lebih dari 2 ton dengan keuntungan mencapai 30 juta rupiah.

Sedangkan dalam satu tahun ia bisa panen empat hingga lima kali. Meninggalkan profesi tenaga honorer menjadi keputusan tepat yang diambil Fatikul. Kini ia telah menjadi jutawan berkat keuletan dan ketelatenannya itu.

#Mojokerto #Petani #Melon #Greenhouse #Beritakediri

 

 

Penulis : KompasTV Kediri

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:09
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19