Kompas TV regional peristiwa

Sakit dan Dipaksa Kerja, Rokaya Minta Tolong Presiden Agar Bisa Pulang ke Indonesia

Senin, 27 September 2021 | 14:55 WIB

KOMPAS.TV - Keluarga Rokaya pekerja migran indonesia atau PMI asal Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang saat ini sedang berada di negara Irak sedang cemas.

Perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga ini sedang sakit dan jauh dari keluarga.

Baca Juga: Rokaya, TKI Asal Indramayu di Irak Sudah dalam Perawatan Kemlu, Dijanjikan Haknya akan Terpenuhi

Menurut Agni, setiap berkomunikasi ibunya kerap minta dipulangkan dari tempat kerjanya karena tidak kuat dengan kondisi sakitnya dan sering dipaksa bekerja.

Sebelumnya, melalui rekaman video Rokaya meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo agar bisa pulang kembali ke Indonesia. Pekerja migran ini mengaku dipaksa bekerja walau dalam keadaan sakit.

Menurut pengakuannya, ia berangkat ke Irak sebagai asisten rumah tangga lantaran dipaksa oleh perusahaan tempat ia mendaftar sebagai pekerja migran.

Walaupun sebelum diberangkatkan pekerja migran ini dalam kondisi sakit, ia menyebut dirinya dipaksa untuk tetap berangkat karena menurut pengelola penyalur tenaga kerja uang dari sponsor di Irak sudah dikirimkan.

Menurut Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) cabang Indramayu, pihaknya mengetahui kondisi korban melalui media sosial saat pekerja tersebut meminta bantuan presiden agar bisa pulang.

SBMI menilai, ada unsur tindak pidana perdagangan orang dalam kasus ini.

Saat ini, keluarga sangat berharap Rokaya bisa dipulangkan ke Indonesia dengan selamat setelah mendapat pengobatan oleh petugas perwakilan pemerintah Indonesia di negara Irak.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Pergantian Pasukan Madago Raya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:20 WIB
Berita Daerah

Beredar Video Bantahan IPTU IDGN

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:18 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
13:25
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19