Kompas TV internasional kompas dunia

China Larang Tayangan "Ultraman Tiga" karena Dianggap Terlalu Kasar, Netizen Kecewa

Minggu, 26 September 2021 | 23:00 WIB
china-larang-tayangan-ultraman-tiga-karena-dianggap-terlalu-kasar-netizen-kecewa
Cuplikan dari tayangan serial Ultraman Tiga yang kini telah dilarang di China. (Sumber: World of Buzz)

BEIJING, KOMPAS.TV - Serial televisi pahlawan raksasa "Ultraman Tiga" dilarang penayangannya di China, Jumat (24/09/2021).

Pelarangan ini diteken setelah adanya komplain dari kalangan orang tua yang menganggap serial tersebut terlalu kasar bagi anak-anak.

Untuk diketahui, "Ultraman Tiga" tayang melalui layanan streaming film Iqiyi, Bilibili, dan Youku di China.

Tagar dengan topik pelarangan tayangan ini bahkan sempat trending di media sosial nomor satu di China, Weibo, dengan 1,18 miliar reads.

Dilansir dari China Press, Minggu (26/9/2021), para orang tua yang melaporkan konten "Ultraman Tiga" menganggap tayangan tersebut terlalu kasar.

Baca Juga: Viral Penemuan Topeng Diperkirakan Berusia 3.000 Tahun, Jadi Bahan Meme di Tiongkok

Bahkan para orang tua merasa "Ultraman Tiga" telah melanggar aturan "kejahatan dan kekerasan".

Pendapat serupa juga dikeluarkan oleh Komite Perlindungan Konsumen Provinsi Jiangsu. Lembaga itu menganggap beberapa tayangan termasuk "Ultraman Tiga" dapat memengaruhi pertumbuhan anak di bawah umur.

Pelarangan ini membuat banyak netizen China bereaksi. Beberapa dari mereka berpendapat para orang tua tak seharusnya menyalahkan serial tersebut dan mengimbau untuk mendidik anak-anaknya terkait nilai-nilai yang benar.

Selain itu, ada pula penonton dewasa yang terkejut mendengar kabar pelarangan itu. Mereka mengaku tumbuh besar dengan menonton "Ultraman Tiga" dan tak ada masalah dengan itu.

Penulis : Danang Suryo | Editor : Edy A. Putra

Sumber : China Press


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:02
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19