Kompas TV regional viral

Ibu Kandung Bayi Silver Disebut Dapat Upah Hasil Ngamen, KPAI Duga Ada Unsur Eksploitasi Anak

Minggu, 26 September 2021 | 18:30 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.TV - Sebuah video bayi yang diduga ikut dipekerjakan dan diberi cat berwarna silver di Tangerang Selatan, Banten viral di media sosial.

Bayi yang diduga masih berusia 10 bulan ini diketahui bersama seorang perempuan di sekitar SPBU di kawasan Pamulang.

Baca Juga: Kronologi Bayi Dicat Silver di Pamulang hingga Ibu Kandung Dibayar Rp20 Ribu untuk Beli Popok

Kami harus menyamarkan wajah bayi dalam video ini karena masih di bawah umur.

Bayi dalam video viral ini diperikarakan berusia 10 bulan, diduga ikut diajak mengamen.

Yang ada dalam video ini merupakan foto bayi yang diduga menjadi korban eksploitasi di sekitar lokasi yang sama dengan video sebelumnya.

Video ini banyak mendapatkan komentar dari warganet yang menyayangkan hal ini terjadi.

Salah satu komentar warga menyatakan bayi sekecil itu sepatutnya tidak di cat silver karena bisa membahayakan bagi kulit bayi.

Dalam komentar lainnya waganet juga memberi tautan foto ini dengan akun resmi KPAI.

Warga yang prihatin dengan kondisi bayi dicat silver, sempat menegur ibu pembawa bayi ini.

Namun, si ibu marah, tak terima ditegur warga.

Diketahui, ibu pembawa bayi yang dicat silver itu, bukan ibu kandung, dan menjadikan bayi ini sebagai alat untuk meminta belas kasihan warga.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan keprihatinan atas video viral bayi dipekerjakan di Tangerang Selatan.

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati menyatakan tindakan orangtua yang mempekerjaan anak-anak atau bayi tidak bisa dibenarkan.

KPAI meminta ada upaya penyelesaian yang baik agar bayi ini tak dibawa ke jalanan atau dipekerjakan. 

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:23
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19