Kompas TV nasional hukum

Posisi Pimpinan DPR RI Kerap Terjerat Korupsi, Siapa Saja?

Minggu, 26 September 2021 | 10:02 WIB

KOMPAS.TV - Penahanan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi menambah panjang daftar pimpinan DPR RI yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Sebelumnya sudah ada dua nama pimpinan DPR yang berurusan dengan KPK karena terlibat korupsi.

Pertama, ada Ketua DPR RI periode 2014-2019, Setya Novanto yang ditetapkan jadi tersangka dugaan korupsi pengadaan e-KTP pada 17 Juli 2017. 

Mantan Ketua Umum Golkar ini kemudian divonis 15 tahun penjara dan denda 500 juta rupiah, karena dinilai terbukti Novanto menerima uang total 7,3 juta dollar Amerika.

Kemudian ada Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019, Taufik Kurniawan yang jadi tersangka korupsi dana alokasi khusus APBN-P 2016, untuk Kabupaten Kebumen dan Purbalingga pada 30 Oktober 2019. 

Kemudian pada 15 Juli 2019, Taufik Kurniawan divonis hakim 6 tahun penjara dan denda 200 juta rupiah, karena terbukti menerima fee dengan total 4,85 miliar rupiah.

Dan yang terakhir adalah Wakil Ketua DPR periode 2019-2021, Azis Syamsuddin yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Lampung Tengah dan kini ditahan KPK.

Fenomena pimpinan DPR yang kerap terjerat kasus korupsi, ditenggarai, karena telah terbiasa melakukan tindakan serupa sebelum menduduki jabatan pimpinan. Peneliti Formappi, Lucius Karus menyatakan jabatan pimpinan DPR adalah posisi favorit bagi politisi korup, karena bisa dijadikan tameng untuk menutupi tindakan korupsi yang telah mereka lakukan sebelumnya .

Di sisi lain, Partai Keadilan dan Persatuan atau PKP, menyoroti isu korupsi dengan mengancam akan "menembak" kadernya yang korupsi. Ketua Umum PKP, Yusuf Solihin saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Nasional periode 2021- 2026, di Jakarta, Kamis kemarin, meminta seluruh kadernya menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen perlawanan terhadap korupsi.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


JALAN - JALAN

Wisata Alam Indonesia - JALAN JALAN

Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:50 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
13:02
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19