Kompas TV internasional kompas dunia

Taliban Gantung dan Pamerkan Mayat di Herat

Sabtu, 25 September 2021 | 20:11 WIB
taliban-gantung-dan-pamerkan-mayat-di-herat
Sejumlah personel petempur jaringan Haqqani saat mengamankan area demonstrasi di Kabul, Afghanistan, Jumat (24/9/2021). (Sumber: AP Photo/Bernat Armangue)

KABUL, KOMPAS.TV – Taliban menggantung sesosok mayat dari sebuah derek di alun-alun utama kota Herat di barat Afghanistan. Hal ini diungkap seorang saksi mata pada Sabtu (25/9/2021).

Insiden ini diyakini menjadi tanda kembalinya pemerintahan Taliban seperti di masa lalu. 

Wazir Ahmad Seddiqi, seorang pengelola apotek di sisi jalan alun-alun mengatakan pada Associated Press bahwa sebanyak empat jenazah diletakkan dan dipamerkan di alun-alun. Tiga jenazah kemudian dipindahkan ke lapangan di lokasi lain di kota itu untuk kembali dipamerkan.

Menurut Seddiqi, Taliban mengumumkan di alun-alun bahwa keempat mayat itu terlibat dalam kejahatan penculikan dan dibunuh oleh polisi.

Baca Juga: Mengejutkan, AS Izinkan Transaksi dengan Taliban demi Hindari Krisis Kemanusiaan di Afghanistan

Ziaulhaq Jalali, kepala polisi distrik yang ditunjuk Taliban di Herat, kemudian menyatakan bahwa para personel Taliban berhasil menyelamatkan seorang ayah dan putranya yang diculik oleh empat pelaku setelah baku tembak. 

“Seorang personel Taliban dan seorang warga sipil terluka oleh para pelaku, tapi keempat penculik tewas terbunuh dalam baku tembak dengan polisi,” katanya.

Mullah Noorudin Turabi, salah satu pendiri dan pemimpin Taliban, menegaskan bahwa Afghanistan akan kembali menerapkan hukuman potong tangan, meski mungkin tak lagi di depan publik. (Sumber: AP Photo/Felipe Dana)

Mullah Nooruddin Turabi, salah satu pendiri Taliban, pada pekan ini menyatakan bahwa kelompok garis keras itu akan kembali menerapkan eksekusi hukum potong tangan, meski mungkin tak lagi di depan publik.

Baca Juga: Taliban Tegaskan akan Kembali Terapkan Hukum Potong Tangan

Sejak Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus 2021, dunia terus mengamati dan bertanya-tanya, akankah kelompok itu kembali menerapkan aturan keras mereka yang diberlakukan pada akhir 1990-an silam.

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Associated Press


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:19
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19