Kompas TV nasional indonesia update

Kolaborasi Undip-Chiba University Hasilkan Aplikasi Pemantau Dinamika Pesisir

Sabtu, 25 September 2021 | 17:14 WIB
kolaborasi-undip-chiba-university-hasilkan-aplikasi-pemantau-dinamika-pesisir
Ilustrasi kawasan pesisir laut. Kawasan Dufa-dufa, Kota Ternate, Maluku Utara. (Sumber: Dok. Kementerian PUPR)

SEMARANG, KOMPAS.TV - Aplikasi pemantau dinamika pesisir dan pendeteksi laut purba menjadi hasil kolaborasi dua guru besar dari perguruan tinggi kenamaan Indonesia dan Jepang.

Yakni Prof Hartoko, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan Prof Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Guru Besar Chiba University, Jepang.

Hartoko mengatakan, kerja sama antara kedua perguruan tinggi tersebut sejatinya sudah berlangsung sekitar 15 tahun lamanya.

Kemudian, lanjut Hartoko, aplikasi yang memanfaatkan teknologi radar Circular Polarization-Synthethic Apeture Radar (CP-SAR) tersebut menjadi buahnya.

Baca Juga: Masuk Pancaroba, BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi 6 Meter di Pesisir Selatan Jawa

"Prof Yosaphat merupakan pakar yang mendesain dan membangun berbagai jenis radar yang dipakai di berbagai negara," tutur Hartoko dalam siaran pers, Sabtu (25/9/2021).

Lebih lanjut, sistem radar CP-SAR yang dikembangkan, biasanya digunakan untuk observasi Bumi maupun planet lain di tata surya, seperti Mars.

Selain itu, Hartoko mengungkapkan, teknologi CP-SAR juga tak jarang digunakan untuk sistem pertahanan monitoring di darat, pergerakan kapal di laut, atau pergerakan pesawat di udara.

"Bahkan teknologi CP-SAR ini bisa menembus bangunan, vegetasi, atau pemukaan tanah sehingga dapat digunakan sebagai sistem antiteror," imbuhnya.

Baca Juga: Dorong Pemulihan Ekonomi Pesisir, Start Up "Aruna" Dapat Suntikan Dana Rp 500 Miliar

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Universitas Diponegoro


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:36
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19