Kompas TV internasional kompas dunia

Perdana Menteri Pakistan Tuduh Modi Ingin Musnahkan Muslim di India

Sabtu, 25 September 2021 | 17:08 WIB
perdana-menteri-pakistan-tuduh-modi-ingin-musnahkan-muslim-di-india
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menuduh Perdana Menteri India Narendra Modi ingin memusnahkan muslim di negaranya saat Sidang Umum PBB di New York, Jumat (24/9/2021). (Sumber: UN Web TV via AP)

NEW YORK, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan membuat Sidang Umum PBB panas setelah menuduh Perdana Menteri India Narendra Modi ingin memusnahkan muslim di negaranya.

Khan menuduh Modi berusaha memulai era teror bagi umat muslim di India pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Jumat (24/9/2021).

Pakistan memang kerap mencela India dalam pertemuan di PBB, namun kali ini ia melakukannya dengan begitu mencolok.

Khan pun menuduh Modi berencana melakukan pembersihan umat muslim di India.

Baca Juga: Tenggak Soda 1,5 Liter dalam 10 Menit saat Cuaca Panas, Pria ini Langsung Tewas

“Bentuk Islamofobia terburuk dan paling luas sekarang menguasai India,” katanya melalui video tersebut seperti dikutip dari France 24.

“Kebencian yang dipenuhi ideologi Hindu, yang dipropagandakan rezim fasis RSS-BJP, telah melepaskan pemerintahan yang dipenuhi ketakutan dan kekerasan terhadap 200 juta komunitas muslim India,” tambahnya.

Ucapan Khan itu merujuk pada partai Modi, Bharatia Janata Party (BJP) yang berafiliasi dengan Rashtriya Swayamsevak Sangh, gerakan revivalis Hindu berusia seabad dan memiliki komponen paramiliter.

Di bawah Modi, India telah mencabut status kenegaraan Kashmir, satu-satunya wilayah mayoritas muslim di negara tersebut.

Hal itu dilakukan dengan mendorong Undang-Undang Kewarganegaraan yang oleh para kritikus disebut diskriminatif. Gejolak kekerasan berbasis agama kerap terjadi di India.

Penulis : Haryo Jati | Editor : Edy A. Putra

Sumber : France 24


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:10
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19