Kompas TV religi beranda islami

Rasulullah Benci Para Maling Harta Publik, Hakim pun Dilarang Melindungi Mereka

Sabtu, 25 September 2021 | 10:26 WIB
rasulullah-benci-para-maling-harta-publik-hakim-pun-dilarang-melindungi-mereka
Ilustrasi koruptor. (Sumber: Kompas.com/SUPRIYANTO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Rasululllah membenci para maling harta publik yang dihimpun dengan jerih payah dan keringat umat. Para hakim yang bekerja sama dengan para maling harta publik ini, kelak dosa mereka dianggap sama.  

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebut para hakim yang meloloskan koruptor dari hukuman sama dengan pelaku korupsi.

Rasululllah SAW bersabda:

YAQUULU MAN KATAMA GHOLLAN FAINNAHU MISLAHU

“Bersumber dari Samurah bin Jundab, ia berkata: Dan Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menutupi (kesalahan) para koruptor, maka ia sama dengannya (koruptor).” (HR. Abu Daud).

Kata "Ghollan" bermakna menutupi "ghulul" (kesalahan menggelapkan). Kata ini bermakna gelap atau menutupi dalam kegelapan.

Maksudnya adalah, sesuatu yang harusnya jelas dan terang, tapi dengan sengaja ditutupi dengan dalih apapun (korupsi) maka Rasul membenci hal ini.

Hadis di atas ini bermakna, jika nanti para hakim yang harusnya bertugas dengan jujur untuk mengadili para koruptor namun ternyata ia tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik, maka dosanya sama dengan para maling harta publik ini.

Allah SWT juga mengingatkan para hakim ini tentang bahaya suap menyuap untuk melindungi sebuah kasus, apalagi yang berkaitan dengan para maling harta publik. Hal itu termaktub dalam QS. Al-Baqarah Ayat 188.

Artinya: "Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui."

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:14
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19